Ayumajakuning

Jembatan Cijurey Ambruk Tergerus Air Akses Dua Desa Terganggu

Kepala Dinas PUTR Agus Permana membenarkan ambruknya jembatan Cijurey yang menghubungkan ruas Jalan Sindanghurip dan Cimangguhilir, Kecamatan Bantarujeg. Hal itu terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB akibat curah hujan yang tinggi, sehingga aliran air sungai Cijurey sangat deras. Kondisi ini mengakibat kan tergerusnya landhoof sebelah barat dari arah Cimanggu.

“Kejadian hari Senin kurang lebih jam 23.00 WIB, penyebabnya intensitas curah hujan tinggi sehingga menyebabkan arus sungai kuat dan meluap sehigga salah satu landhoof roboh karena tergerus air, tidak kuat menahan beban arus Sungai. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, sementara kami telah melakukan pemasangan rambu – rambu penutupan jalan agar jembatan tidak dilintasi,” ungkap Agus.

kacenews.id-MAJALENGKA-Hujan deras yang mengguyur hampir semua wilayah di Kabupaten Majalengka mengakibatkan terjadinya bencana alam longsor, banjir serta pergerakan tanah di sejumlah titik di Kecamatan Lemahsugih serta ambruknya sebuah jembatan Cijurey yang menghubungkan Desa Sindanghurip dan Cimanggu Hilir, Kecamatan Bantarujeg, Senin (24/3/2026) malam.

Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim, ada 12 titik lokasi bencana yang terjadi akibat hujan deras yang terjadi sejak Senin sore hingga malam hari, diantaranya bencana longsor di Desa Sukamaju, Sinargalih, Cibulan, Di Blok Negla , Desa Lemahputih, Desa Girimukti dan Cibulan, Kecamatan Lemahsugih

Pergerakan tanah terjadi di Desa Gunung Seureuh dan banjir bandang terjadi di Desa Margajaya, Kecamatan Lemahsugih serta longsor tebing dan ambruknya jembatan Cijurey.

Tebing yang longsor terjadi di Blok Cigondok, Desa Margamukti, Kecamatan Talaga. Akibat longsor akses jalan dari Talaga menuju Desa Ciranca sempat terhenti akibat tumpukan matrial tanah dari tebing setinggi puluhan meter.

Pada tahun lalu, tepatnya Rabu (5/3/2025) tebing ini pernah longsor dan bagian jalannya anjlok sehingga culup lama tidak diperbaiki akibat tanah yang terus bergerak. Ruas jalan ini biasa dipergunakan sebagai jalur alternatif yang banyak digunakan warga antara Kecamatan Talaga dan Kecamatan Malausma menuju Sukamantri, Ciamisa tau sebaliknya.

Pada Selasa siang jalur jalan sudah bisa dilintasi kendaraan roda dua namun harus ekstra hati – hati karena permukaan jalan penuh lumpur, sedangkan saat hujan pengguna jalan sebaiknya menghindari melintas di jalur tersebut menjaga kemungkinan longsor susulan kembali terjadi karena hingga kini longsoran kecil masih terus terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Agus Tamim menyampaikan, pihaknya bersama tim dari Dinas PUTR sedang melakukan assessment terhadap lokasi – lokasi yang terjadi bencana alam, untuk memudahkan penanganan yang harus dilakukan kedepan atau tanggap darurat, baik terhadap korban maupun penanganan terhadap bencana itu sendiri.

Jembatan ambruk
Sementara itu Kepala Dinas PUTR Agus Permana membenarkan ambruknya jembatan Cijurey yang menghubungkan ruas Jalan Sindanghurip dan Cimangguhilir, Kecamatan Bantarujeg. Hal itu terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB akibat curah hujan yang tinggi, sehingga aliran air sungai Cijurey sangat deras. Kondisi ini mengakibat kan tergerusnya landhoof sebelah barat dari arah Cimanggu.

“Kejadian hari Senin kurang lebih jam 23.00 WIB, penyebabnya intensitas curah hujan tinggi sehingga menyebabkan arus sungai kuat dan meluap sehigga salah satu landhoof roboh karena tergerus air, tidak kuat menahan beban arus Sungai. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan, sementara kami telah melakukan pemasangan rambu – rambu penutupan jalan agar jembatan tidak dilintasi,” ungkap Agus.

Saat ini warga Cimanggu yang akan bepergian ke luar desa atau ibu kota kecamatan terpaksa harus menempuh jalur alternatif melintasi Desa Salawangi yang jaraknya lumayan jauh.

Belum diketahui kapan jembatan tersebut akan diperbaiki, diperoleh informasi jembatan tersebut baru diperbaiki dua tahun lalu.(Ta)

Related Articles

Back to top button