CirebonRaya

Rabu, Puncak Arus Mudik Lebaran, Istirahat di Rest Area Dibatasi Maksimal 30 Menit

Puncak arus mudik diprediksi Rabu (18/3/2026) seiring dimulainya masa cuti bersama. Tercatat, sekitar 60 ribu kendaraan telah melintas dari arah Jakarta dan diperkirakan terus bertambah. Waktu istirahat di rest area dibatasi maksimal 30 menit untuk mencegah penumpukan kendaraan saat arus mudik.

Diberlakukan diskon tarif tol 30 persen pada 15–16 Maret dan arus balik 26–27 Maret untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Sistem penghitungan kendaraan dan pembatasan akses rest area diterapkan jika kapasitas parkir mencapai sekitar 90 persen guna mencegah kemacetan di jalur tol.

kacenews.id-CIREBON-PT Semesta Marga Raya (SMR) memprediksi lonjakan arus kendaraan menjelang mudik Lebaran 2026 terjadi pada Rabu (18/3/2026). Perkiraan tersebut seiring meningkatnya volume kendaraan yang melintas di ruas Tol Kanci–Pejagan dalam beberapa hari terakhir.

Manajer Operasional PT Semesta Marga Raya, Fadli Firmandani, mengatakan arus kendaraan dari arah Jakarta terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini tercatat sekitar 60 ribu kendaraan melintas dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

“Diperkirakan, puncaknya terjadi pada Rabu (18/3/2026) karena mulai memasuki masa cuti bersama. Kenaikan volume kendaraan diprediksi sekitar dua persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (15/3/2026).

Menurut Fadli, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Di antaranya menyiapkan kendaraan layanan seperti patroli jalan raya, derek, dan ambulans, serta dukungan dari Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah melalui petugas Patroli Jalan Raya (PJR).

“Untuk rest area juga telah dipersiapkan secara maksimal bagi pemudik yang ingin beristirahat dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia,” katanya.

Guna mengantisipasi kepadatan di rest area, pengelola juga membatasi waktu istirahat kendaraan maksimal 30 menit. Kapasitas parkir di rest area Tol Kanci–Pejagan jalur A di KM 228 mampu menampung sekitar 214 kendaraan kecil dan 50 kendaraan besar. Sementara pada jalur B tersedia kapasitas untuk 226 kendaraan kecil dan 30 kendaraan besar.

Selain itu, pengelola memberikan potongan tarif tol sekitar 30 persen bagi kendaraan yang masuk dari gerbang Tol Cikampek Utama hingga Kalikangkung pada 15–16 Maret. Diskon tarif juga diberlakukan saat arus balik pada 26–27 Maret.

“Kebijakan tersebut dilakukan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan serta mencegah penumpukan pada puncak arus mudik 18 Maret,” jelasnya.

Fadli mengimbau para pemudik mempersiapkan kondisi fisik pengemudi maupun kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh. Kondisi ban kendaraan serta ketersediaan bahan bakar perlu diperhatikan karena berpengaruh terhadap kelancaran perjalanan.

Ia juga mengingatkan pemudik memastikan saldo kartu elektronik (e-toll) mencukupi sebelum memasuki gerbang tol agar proses transaksi dapat berjalan lancar.

Kapolda Tinjau Rest Area

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan meninjau langsung kondisi Rest Area KM 166 Tol Cipali di wilayah Kabupaten Majalengka, Senin (16/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan serta kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut selama Operasi Keselamatan Lodaya 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Bupati Majalengka Eman Suherman serta jajaran kepolisian setempat. Ia meninjau sejumlah fasilitas serta sistem pengawasan yang diterapkan di kawasan rest area.

Rudi mengatakan pihaknya telah memasang sistem pengawasan untuk memantau aktivitas di rest area, termasuk pergerakan orang dan kendaraan yang keluar masuk area.

“Pengawasan dilakukan agar setiap pergerakan orang maupun kendaraan yang keluar masuk dapat terpantau dengan baik. Mudah-mudahan ini dapat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau pengguna jalan agar tetap waspada dan menjaga keamanan kendaraan selama berada di rest area. Pengendara yang merasa lelah diminta memanfaatkan waktu istirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan kendaraan sendirian. Jika merasa lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu agar tidak mengantuk saat berkendara dan perjalanan bisa sampai tujuan dengan selamat,” katanya.

Selain itu, pengelola rest area bekerja sama dengan Jasa Marga menerapkan sistem penghitungan kendaraan (counting vehicle) untuk mengatur kapasitas kendaraan yang masuk.

Menurutnya, pembatasan tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan pengunjung serta memberi ruang yang cukup bagi kendaraan untuk bermanuver di area parkir.

“Jika kapasitas sudah mencapai sekitar 90 persen, maka akses masuk akan dibatasi. Jika sudah penuh, pintu masuk akan ditutup sementara agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di dalam rest area yang dapat berdampak pada kemacetan di jalur tol,” jelasnya.

Pihak kepolisian juga menyiapkan langkah antisipasi pada waktu-waktu tertentu, seperti saat berbuka puasa maupun sahur, dengan menyiagakan petugas di lapangan.

Rudi menyebutkan hingga hari keempat pemantauan, volume kendaraan yang melintas mengalami peningkatan, namun belum signifikan dan masih dalam kondisi terkendali.

“Strategi penanganan sudah kami siapkan. Kami akan berupaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan Pemerintah Kabupaten Majalengka juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama Operasi Keselamatan Lodaya 2026.

“Kami dari pemerintah daerah mendukung penuh upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat bersama pihak terkait agar masyarakat yang melintas maupun singgah di rest area merasa aman dan nyaman,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pemudik dan pengguna jalan, agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

“Kami mengingatkan pengendara agar memanfaatkan rest area untuk beristirahat jika merasa lelah. Jangan memaksakan diri berkendara dalam kondisi mengantuk karena dapat membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Pemkab Majalengka juga menyiapkan dukungan dari sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan gratis, BPBD, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP dan Damkar untuk membantu pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama periode mobilitas tinggi tersebut.

Berdasarkan pantauan di Rest Area KM 166 Tol Cipali, kondisi lalu lintas dan aktivitas pengunjung hingga saat ini masih terpantau aman dan belum mengalami kepadatan.(Pra/Ta)

Related Articles

Back to top button