Sembilan Masjid di Kuningan Siap Layani Pemudik Lebaran
kacenews.id-KUNINGAN-Menjelang maupun setelah lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 M, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan mempersiapkan sebanyak sembilan Masjid Jami di jalur utama untuk melayani serta memberikan kenyamanan bagi para pemudik lebaran.
Adapun sembilan masjid tersebut yaitu Masjid Hidayatul Muslimin, Kecamatan Darma, Masjid Baiturrahman, Kecamatan Kadugede, Masjid Al-Istiqomah, Cilimus, Kecamatan Cilimus, Masjid Baitul Ma’mur, Sampora, Kecamatan Cilimus dan Masjid An-Nur, Kecamatan Kramatmulya. Selain itu, Masjid Al-Muttaqin, Ciporang Kecamatan Kuningan, Masjid Miftahussalam, Kedungarum Kec. Kuningan, Masjid Al-Mir’at, Kecamatan Pancalang, dan Masjid Miftahussa’adah, Legok Kecamatan Cidahu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdony, mengemukakan, terdapat sembilan masjid yang ditetapkan sebagai lokasi Masjid Ramah Pemudik dan masjid tersebut dipilih karena dinilai representatif serta cukup strategis untuk melayani para pemudik yang melintas di sejumlah Wilayah Kuningan itu. Program Masjid Ramah Pemudik merupakan bentuk pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
“Kehadiran masjid-masjid ini diharapkan dapat menjadi tempat singgah bagi pemudik untuk beristirahat sejenak, meregangkan otot, beribadah, maupun menghilangkan rasa lelah dan kantuk selama perjalanan. Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat menjadi ruang istirahat yang aman dan nyaman bagi para pemudik di tengah perjalanan menuju kampung halaman,” tutur Romdony, Kamis (12/3/2026).
Ia menambahkan, bahwa program ini akan efektif selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran. Selama masa tersebut, masjid-masjid yang menjadi titik layanan akan dibuka selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada para pemudik. Pelaksanaan program ini juga melibatkan berbagai pihak, antara lain pemerintah desa setempat, Babinsa, Kapolsek, serta Puskesmas. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan aspek perizinan, keamanan, serta layanan kesehatan bagi para pemudik dapat berjalan dengan baik.
Berkaitan dengan hal itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, H. Ridlo Maulana, menjelaskan, bahwa masjid yang ditunjuk sebagai Masjid Ramah Pemudik merupakan masjid yang memiliki fasilitas memadai dan berada di jalur strategis yang dilalui pemudik. Masjid-masjid tersebut berada di pinggir jalan utama yang ramai dilalui pemudik, memiliki serambi yang luas untuk tempat istirahat, fasilitas toilet yang bersih, serta area parkir yang memadai.
“Selain itu, beberapa masjid juga dilengkapi dengan fasilitas tambahan seperti air minum, kopi, jaringan wifi, hingga ruang laktasi bagi ibu menyusui. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pemudik yang singgah. Ia mengajak para penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk turut berpartisipasi aktif dalam menyambut para pemudik di masjid-masjid tersebut, sehingga program Masjid Ramah Pemudik dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dalam hal ini, Kementerian Agama Republik Indonesia resmi meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik sebagai bagian dari upaya memberikan layanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Secara nasional, sebanyak lebih dari 6.800 masjid di berbagai daerah telah ditetapkan sebagai titik layanan Masjid Ramah Pemudik,” tutur Ridlo.(Sul)



