Angin Puting Beliung Menerjang Desa Muara Cirebon, Ratusan Bangunan dan Rumah Alami Kerusakan Parah
Angin puting beliung menerjang Desa Muara, Kecamatan Suranenggala dan Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati pada Rabu, 11 Maret 2026. Sebanyak 242 bangunan terdampak, terdiri dari 113 bangunan di Desa Muara dan 129 bangunan di Desa Mertasinga, mayoritas mengalami kerusakan pada bagian atap.
Sekitar 20 pohon tumbang serta sejumlah fasilitas umum rusak, di antaranya SDN Muara Wetan 1, Mushola Al Hidayah, Mushola Nurul Huda, SD Mertasinga, dan TK Mertasinga. Di Desa Mertasinga, 495 warga dari 178 kepala keluarga terdampak, dengan 128 rumah mengalami kerusakan (127 rusak ringan dan 1 rusak sedang). BPBD, Polres Cirebon Kota, dan warga melakukan pembersihan pohon tumbang, pendataan kerusakan, serta pemulihan lingkungan.
kacenews.id-CIREBON-Dua desa di Kabupaten Cirebon diterjang angin puting beliung pada Rabu (11/3) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Dua wilayah yang terdampak yakni Desa Muara, Kecamatan Suranenggala dan Desa Mertasinga, Kecamatan Gunungjati.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin menjelaskan, sebelum kejadian, cuaca di wilayah tersebut terlihat mendung dengan awan hitam pekat. Tidak lama kemudian, muncul pusaran angin yang bergerak dari arah selatan menuju utara.
“Awalnya, langit terlihat gelap dengan awan hitam. Beberapa saat kemudian, datang pusaran angin puting beliung dari selatan ke utara yang membuat genteng rumah warga berterbangan,” ujar Ikin, Kamis (12/3/2026) pagi.
Ikin menambahkan, setelah pusaran angin melanda wilayah tersebut, hujan deras turun disertai angin kencang yang memperparah kerusakan di sejumlah bangunan.
Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Cirebon, tercatat sebanyak 113 bangunan mengalami kerusakan di Desa Muara, sementara di Desa Mertasinga terdapat 129 bangunan terdampak.
“Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang tersapu angin kencang,” katanya.
Selain merusak bangunan rumah warga, kata Ikin, angin puting beliung juga menyebabkan sekitar 20 pohon tumbang di sejumlah titik di kedua desa tersebut.
Bahkan, petugas BPBD bersama warga setempat langsung melakukan pembersihan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
“Pohon-pohon yang tumbang sudah kami tangani dan dibersihkan agar akses jalan kembali normal,” katanya.
Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga dilaporkan mengalami kerusakan. Setidaknya terdapat enam bangunan fasilitas umum yang terdampak, di antaranya SDN Muara Wetan 1, Mushola Al Hidayah, Mushola Nurul Huda, SD Mertasinga, serta TK Mertasinga. Kerusakan sebagian besar terjadi pada bagian atap bangunan.
Meski menimbulkan kerusakan cukup banyak, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
BPBD Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan terjadi di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat muncul tanda-tanda cuaca ekstrem seperti angin kencang dan awan gelap,” pungkasnya.
Sehari setelah kejadian, upaya penanganan dan pemulihan terus dilakukan oleh berbagai pihak. Jajaran Polres Cirebon Kota bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat melakukan monitoring sekaligus membantu proses pembersihan di lokasi terdampak.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Gunungjati AKP Muchammad Qomaruddin dengan meninjau sejumlah titik kerusakan di wilayah Desa Mertasinga, khususnya di kawasan Blok Karangbaru dan sekitarnya.
Menurut Qomaruddin, dari hasil pendataan sementara bersama unsur terkait, dampak bencana paling banyak terjadi di wilayah RW 04, RW 05, dan RW 06 Desa Mertasinga. “Jumlah masyarakat terdampak mencapai 495 jiwa,” ujarnya.
Rinciannya, di RT 01 dan RT 02 RW 06 terdapat 123 kepala keluarga atau 365 jiwa. Kemudian di RT 01 dan RT 03 RW 04 sebanyak 20 kepala keluarga atau 72 jiwa, serta di RT 01 RW 05 terdapat 35 kepala keluarga atau 58 jiwa.
Selain itu, tercatat 128 rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 127 rumah rusak ringan dan satu rumah rusak sedang yang berada di RT 02 RW 06.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum di Desa Mertasinga, termasuk dua fasilitas pendidikan yaitu SD Mertasinga dan TK Mertasinga, serta beberapa tempat ibadah yang mengalami kerusakan pada bagian atap.
Dalam proses penanganan pascabencana, petugas gabungan bersama masyarakat melakukan pembersihan material bangunan yang rusak, mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga, serta membuka kembali akses jalan lingkungan yang sempat tertutup.
“Selain pembersihan, kami juga melakukan pendataan kerusakan dan memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan secara bertahap,” kata Qomaruddin.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto menambahkan bahwa keterlibatan kepolisian dalam penanganan bencana ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.
“Masyarakat diharapkan segera melaporkan apabila menemukan kondisi darurat atau membutuhkan bantuan melalui layanan Kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” ujarnya.(Iwan/Iskandar/KC)





