Bupati Kuningan Waspadai Perang Sarung dan Geng Motor
kacenews.id-KUNINGAN-Aparat desa, kecamatan, hingga unsur TNI-Polri diminta tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 H, terutama terkait perang sarung dan aktivitas geng motor yang melibatkan remaja.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar saat menghadiri buka puasa bersama dengan para kepala desa se-Kecamatan Ciawigebang di kantor kecamatan setempat, baru-baru ini.
Ia menegaskan, langkah antisipasi perlu diperkuat agar kejadian serupa yang pernah terjadi pada Ramadan tahun lalu tidak kembali terulang. Saat itu, seorang pelajar SMP ditemukan meninggal dunia di wilayah Kecamatan Kuningan yang diduga berkaitan dengan aksi perang sarung antar kelompok remaja.
Menurutnya, fenomena perang sarung yang awalnya dikenal sebagai permainan tradisional saat Ramadan kini mulai bergeser menjadi aktivitas berbahaya karena kerap disertai penggunaan benda keras bahkan senjata tajam.
“Saya meminta para kepala desa, camat hingga jajaran Polsek dan Koramil di seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan untuk lebih aktif melakukan patroli terutama pada jam-jam rawan menjelang waktu sahur. Jangan sampai niat anak-anak membangunkan sahur malah berakhir duka karena terlibat tawuran atau perang sarung,” ucapnya.
Selain itu, ia juga menyoroti laporan mengenai pergerakan kelompok motor yang membawa senjata tajam di beberapa titik wilayah kecamatan. Aparat kepolisian Polres Kuningan sebelumnya telah mengamankan sejumlah pelaku beserta barang bukti yang diduga akan digunakan untuk aksi tawuran.
Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama Ramadan hingga Lebaran.
Di sisi lain, ia mengingatkan agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan tertib. Pemerintah desa diminta menata pedagang kaki lima (PKL) agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Melalui program Nata Daya (Menata Alun-Alun Desa untuk Pusat Ekonomi dan Daya Tarik Wisata), pemerintah desa diminta menerapkan sistem zonasi bagi pedagang, mulai dari zona merah yang dilarang untuk berjualan hingga zona kuning dan hijau yang disiapkan sebagai area usaha.
Selain itu, Bupati juga mengajak masyarakat kembali menghidupkan budaya kerja bakti di lingkungan masing-masing untuk menjaga kebersihan serta mengantisipasi penumpukan sampah yang biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Saya juga mengajak kepada seluruh warga untuk menggerakkan kembali budaya corvé atau kerja bakti di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut guna menjaga kebersihan wilayah dan mengantisipasi penumpukan sampah yang biasanya meningkat pesat menjelang Lebaran Idul Fitri,” tuturnya.(Ya)



