29 Warga Kelompok PPKS Kuningan Terima Bantuan Modal Usaha
kacenews.id-KUNINGAN–Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) menyalurkan bantuan modal usaha kepada 29 warga kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam kegiatan Safari Ramadhan LKKS Berbagi di Musala Ar Rahmat, Kompleks Pendopo Kuningan.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp 4 juta sehingga total dana yang disalurkan mencapai Rp 116 juta. Bantuan tersebut diberikan sebagai modal awal usaha bagi para penerima manfaat.
Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza dan Orang dengan HIV/AIDS Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Bantuan tersebut disalurkan kepada PPKS yang berada di bawah naungan IPWL Tenjo Laut.
Berbeda dengan bantuan sosial yang bersifat konsumtif, bantuan modal usaha ini dirancang untuk mendorong penerima manfaat agar dapat mengembangkan usaha dan memiliki sumber penghasilan secara mandiri.
Selain penyaluran modal usaha, LKKS Kuningan juga membagikan 135 paket bingkisan kepada sembilan yayasan yang menaungi anak yatim, lansia, dan kaum dhuafa. Yayasan yang menerima bantuan antara lain Yayasan Dipati Ewangga, Siti Patimah, Amal Mulya, Gray Dhua’fa, Graha Berdaya, Hasan Mawardi, Wahana Insani Waluya, Al-Muthawaly, dan Yayasan Al-Amin.
Rangkaian kegiatan tersebut juga diisi pembagian takjil kepada masyarakat, termasuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan serta pengguna jalan di sekitar depan Rumah Makan Pizza HUT.
Ketua LKKS Kuningan, Hj. Ela Helayati mengatakan, kegiatan berbagi selama Ramadan diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Bulan Ramadan mengajarkan kita bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Untuk itu, kami berharap semangat berbagi yang digelar tahun ini bisa memberikan manfaat kepada penerimanya sekaligus terus konsisten menjadi budaya positif,” ujarnya didampingi Sekretaris LKKS, Sri Mulyati.
Sementara Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar menilai keberhasilan program kesejahteraan sosial sangat dipengaruhi peran aparatur di tingkat kecamatan, khususnya Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat (Kasi Kesra), yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Tantangan sosial kita saat ini semakin dinamis. Sinergi antara LKKS dan pihak kecamatan sangat penting agar program seperti pemberian modal usaha program ATENSI bisa tepat sasaran dan benar-benar mengubah taraf hidup masyarakat,” tuturnya.(Ya)



