Nasional

Perang Timur Tengah Masih Mencekang, Pemerintah Tunggu Keputusan Arab Saudi terkait Pelaksanaan Ibadah Haji

kacenews.id-CIREBON-Perang timur tengah antara Iran dan Amerika Serikat bersama sekutunya Israel ditengarai akan berdampak terhadap nasib jemaah calon haji Indonesia yang bakal berangkat tahun ini. Terlebih jika perang terus berkepanjangan dan aksi saling serang tak tertahan.

Kendati situasi di Timur Tengah masih mencekam dan tak ada kepastian perang berakhir, Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum mengonfirmasi pembatalan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriyani Gantina, menyampaikan, berbagai persiapan untuk pelaksanaan ibadah haji tetap dilaksanakan meskipun belum ada pemberitahuan lebih lanjut dari Pemerintah Arab Saudi terkait hal tersebut.

Meskipun pemberangkatan awal calon haji akan berlangsung pada tanggal 21 April mendatang, namun tahapan pemberangkatan haji sudah mulai laksanakan dari sekarang. Tahapan pemberangkatan ini meliputi berbagai persiapan untuk pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.

“Sampai saat ini kita belum ada pemberitahuan lebih lanjut, tapi persiapan-persiapan untuk pelaksanaan haji tetap kita laksanakan. Karena bagaimanapun juga ini menjadi bagian dari rutinitas yang harus kita antisipasi,” ujar Selly, Kamis (5/2/2026).

Selly mengatakan, Pemerintah Indonesia masih terus menunggu kepastian dari Pemerintah Arab Saudi. Pasalnya Pemerintah Indonesia tidak ingin menyimpulkan sendiri dampak konflik terhadap nasib keberangkatan calon haji Indonesia, sebelum benar-benar ada pemberitahuan resmi dari otoritas setempat.

“Untuk info update terakhir kita menunggu kepastian dari Pemerintah Saudi Arabia. Jangan sampai nanti kita membuat satu kesimpulan yang akan merugikan semua, baik Pemerintah Indonesia atau jemaah yang sudah kita rencanakan secara matang,” kata Selly.

Seperti diketahui, konflik di Timur Tengah telah berdampak pada puluhan ribu jemaah umrah asal Indonesia yang terjebak di tengah perang tersebut. Komisi VIII DPR RI pun tengah intens berkoordinasi dengan Kementerian Haji (Kemenhaj) guna mengadvokasi pemulangan 58 ribu jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi.

Koordinasi tersebut bukan hanya bersifat administrasi semata, koordinasi juga menyentuh langkah-langkah konkrit dari mulai pendataan ulang, hingga melakukan koordinasi dengan Konjen dan KJRI yang ada di Arab Saudi.(Junaedi)

Related Articles

Back to top button