Pengusaha Genteng Majalengka Didorong Siap Penuhi Program Gentengisasi
kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai menyiapkan para pengusaha genteng lokal mendukung program gentengisasi perumahan yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Langkah ini dilakukan agar industri genteng daerah mampu memenuhi kebutuhan program nasional sekaligus menghidupkan kembali sektor industri tradisional di Majalengka.
Bupati Majalengka, Eman Suherman menegaskan, kesiapan produksi menjadi kunci utama yang harus segera diperkuat para pelaku usaha genteng, baik dari sisi kualitas, kuantitas, maupun kontinuitas produksi. Hal tersebut penting agar peluang pasar tidak diambil oleh industri dari daerah lain.
“Sejak awal kepemimpinan saya, pemerintah daerah telah mendorong kebijakan penggunaan produk lokal melalui program Bela dan Beli Majalengka, artinya bela pengusaha Majalengka melalui pembelian produknya agar mereka bisa tetap bertahan dan bahkan usahanya bisa maju, termasuk pemanfaatan genteng lokal dalam pembangunan daerah. Cintai produk Majalengka melalui penggunaan barangnya,” ungkap Eman di sela kunjungan ke sejumlah pabrik genteng di Desa Pinagraja dan Cibentar, Kecamatan Jatiwangi, Minggu (1/3/2026).
Selain kesiapan produksi, aspek pembiayaan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurut Eman, pihak perbankan bersama mitra strategis siap berkolaborasi untuk membantu para pengusaha meningkatkan kapasitas usaha sehingga mampu menjawab kebutuhan program gentengisasi.
Ia menilai program tersebut menjadi momentum kebangkitan industri genteng Majalengka yang pernah mengalami masa kejayaan beberapa tahun lalu.
Saat ini, kata Eman, di Kabupaten Majalengka masih terdapat sekitar 217 pengusaha genteng, dengan sekitar 200 diantaranya masih aktif berproduksi sesuai kemampuan masing-masing pelaku usaha.
“Ini menjadi kekuatan daerah yang harus disiapkan untuk mendukung program nasional,” ungkap Eman.
Menurutnya, program gentengisasi yang diluncurkan pemerintah pusat juga berpotensi membuka kembali lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa, khususnya bagi warga yang tidak terserap di sektor formal.
“Bekerja di pabrik genteng tidak butuh persyaratan administrasi yang penting sehat memiliki otot yang kuat, ibu-ibu yang biasa bekerja di pabrik genteng dan lama tidak bekerja karena perusahaanya berhenti atau menurunkan produksi kedepan bisa kembali ke pabrik, semoga program ini terus berjalan,” ungkapnya.(Tat)


