Ekonomi & Bisnis

Perkuat Pengelolaan Sampah hingga Tingkat Desa, Pemkab Majalengka Luncurkan Program ‘Geber Jumat’ dan ‘Emas PKK’

kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten Majalengka memulai peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dengan meluncurkan dua program berbasis masyarakat, yakni Gerakan Bersih-Bersih dan Berkah di Hari Jumat (Geber Jumat) serta Emak-Emak Kelola Bank Sampah bareng PKK (Emas PKK). Program tersebut menjadi langkah awal memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat desa hingga rumah tangga.
Kegiatan peluncuran berlangsung di Bank Sampah Unit (BSU) Permata Palabuan, Kecamatan Sukahaji, dan dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman, Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan, Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Sekda, jajaran organisasi perangkat daerah, camat, serta unsur Muspika Sukahaji.
Program ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya dengan melibatkan masyarakat secara aktif, terutama peran kaum ibu dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka, Wawan Sarwanto, menyebut peringatan HPSN harus menjadi titik perubahan pola pikir masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
“Penanganan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan ke TPA. Kuncinya ada pada pengurangan dan pemilahan dari rumah tangga. Melalui EMAS PKK dan penguatan Bank Sampah Unit, kami ingin memastikan sampah dikelola sampai tuntas di desa,” ujar Wawan.
Saat ini, sebanyak 26 Bank Sampah Unit telah terbentuk di desa-desa sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. DLH Majalengka juga akan terus melakukan pendampingan serta edukasi agar sistem pengelolaan tersebut berjalan konsisten dan efektif.
Bupati Majalengka Eman Suherman menegaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia mengungkapkan, volume sampah di Kabupaten Majalengka mencapai sekitar 900 ton per hari, sementara kapasitas penanganan di TPA Heuleut baru sekitar 120 ton per hari. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan pengurangan sampah dari sumbernya melalui optimalisasi bank sampah di setiap desa.
ASN, perangkat desa, sekolah, hingga komunitas masyarakat pun diajak berperan aktif membangun budaya hidup bersih sebagai bagian dari upaya mewujudkan Majalengka langkung SAE, bersih, sehat, dan berkah.
Ketua TP-PKK Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah, menilai peran ibu rumah tangga sangat strategis dalam membentuk kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
“Jika dari dapur sudah terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik, beban di hilir akan jauh berkurang. Melalui ‘Emas PKK’, kader PKK menjadi motor penggerak Bank Sampah di desa masing-masing,” jelasnya.
Melalui program ‘Geber Jumat’ dan ‘Emas PKK’, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi berfokus pada pengangkutan ke tempat pembuangan akhir, melainkan dikelola secara menyeluruh di tingkat desa. Upaya tersebut ditargetkan mampu menekan volume residu sampah ke TPA sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kabupaten Majalengka.(Jep)

Related Articles

Back to top button