Ragam

Laksanakan Kerja Bakti, Personel TNI-Polri dan Warga Bantu Persiapan Renovasi Rutilahu

 

kacenews.id-CIREBON-Babinsa Kelurahan Pekalipan, Serda Kardi, bersama Bhabinkamtibmas dibantu warga melaksanakan kegiatan kerja bakti dalam rangka persiapan perehaban dan pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Hadiyanto di Gang Pulo Kaca RT 02 RW 08 Kanoman Selatan, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jumat (27/2/2026) .

Kegiatan ini merupakan bagian dari program bantuan Pemerintah Kota Cirebon dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan kerja bakti difokuskan pada pembersihan area rumah, pembongkaran bagian bangunan yang sudah tidak layak, serta penyiapan material awal untuk proses pembangunan.

Serda Kardi menyampaikan  kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini merupakan bentuk sinergi TNI – Polri bersama masyarakat dalam mendukung program sosial pemerintah.

Selain membantu secara fisik, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.

“Melalui kerja bakti ini, kami berharap proses perehaban rumah dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, sehingga rumah yang sebelumnya tidak layak huni dapat menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi pemiliknya,” katanya.

Program perehaban rutilahu ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemerintah Kota Cirebon terhadap masyarakat kurang mampu, sekaligus upaya nyata dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman. Warga sekitar pun turut berpartisipasi aktif, menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan perehaban dan pembangunan rumah tidak layak huni tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada awal Maret. Sehingga diharapkan seluruh proses dapat berjalan dengan lancar serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar.

Sebelumnya pemilik rumah, Hadiyanto mengaku  kerusakan rumahnya sudah berlangsung sekitar lima tahun. Setiap musim hujan, ia dan istrinya selalu merasa khawatir rumah yang ditinggalinya itu akan roboh.

“Mungkin sudah sekitar lima tahunan kondisi begini,” ucapnya.

Ia menyebutkan, sehai-hari hanya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap. Sehinga kesulitan untuk membiayai perbaikan rumahnya itu.

“Buat makan sehari-hari ya cukup enggak cukup, kadang-kadang nyari yang
ngadain bagi-bagi makan gratis juga,” katanya.

Hadiyanto mengungkapkan  selama ini pihaknya belum menerima bantuan untuk perbaikan rumah.

“Inginnya sih rumah ini bisa diperbaiki, ini kan bahaya,” ujarnya.(Jak)

 

 

 

Related Articles

Back to top button