PT Pertamina EP Zona 7 Perkuat Konservasi Mangrove di Pantai Desa Jadimulya
kacenews.id-CIREBON-PT Pertamina Zona 7 menunjukkan komitmen terhadap lingkungan pesisir dengan terus memperkuat konservasi mangrove di Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.
Pada Senin, (23/2/2026), PT Pertamina Zona 7 melalui Head of Communication, Relations & CID (Community Involvement and Development), Wazirul Luthfi, menyerahkan 5.000 bibit mangrove setinggi satu meter. Bibit tersebut diterima langsung oleh Teuku Fakhrudin, Ketua LSM Panglaot, yang telah mengelola mangrove dari bibit hingga tumbuh besar, rimbun dan mulai membentuk hutan.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan lapangan yang dilakukan tim Pertamina untuk menindaklanjut isu abrasi dan persoalan lingkungan di kawasan pesisir. Tim meninjau kondisi terkini sekaligus membahas konsep pengembangan kawasan yang ke depan diharapkan menjadi tempat edukasi bagi masyarakat dan pelajar.
“Kami ingin memastikan konservasi mangrove berjalan terintegrasi sekaligus membuka peluang edukasi bagi masyarakat dan pelajar, sehingga solusi yang kami lakukan tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang,” tutur Wazirul Luthfi.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah tantangan dicatat, khususnya terkait akses menuju lokasi yang masih terbatas. Padahal, sebagian fasilitas dan aktivitas utama berada di titik tersebut.
Tim juga memanfaatkan dokumentasi udara menggunakan drone untuk membandingkan kondisi sebelumnya dengan situasi terkini. Data ini akan menjadi bahan kajian sebelum menentukan langkah pengembangan lebih lanjut. Perhitungan jarak, kapasitas lahan, hingga kebutuhan infrastruktur seperti area parkir juga menjadi pertimbangan penting.
Sejak program dimulai, penanaman mangrove telah dilakukan sebanyak enam kali oleh Pertamina EP Zona 7 mencakup luas 5–6 hektare lahan. Total bibit yang ditanam diperkirakan mencapai 60 ribu pohon. Saat ini, kawasan tersebut mulai terbentuk menjadi hutan mangrove yang utuh, memberikan perlindungan alami terhadap abrasi pantai sekaligus menjadi potensi lokasi edukasi lingkungan.
Wazirul Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi agar setiap solusi lebih terintegrasi, mengingat keterbatasan masing-masing pihak jika bekerja sendiri. Seluruh opsi dan temuan lapangan akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan lanjutan, guna menyelaraskan langkah strategis pengembangan kawasan, konservasi mangrove, dan program edukasi lingkungan.
Dengan langkah ini, PT Pertamina EP Zona 7 tidak hanya fokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan dan akses pendidikan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem pesisir yang lebih berkelanjutan.(Lif)



