PMI Kuningan Butuh 2.000 Labu Darah
kacenews.id-KUNINGAN-Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan membutuhkan sedikitnya 2.000 labu darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan transfusi di berbagai fasilitas kesehatan. Menjaga ketersediaan stok di tengah potensi penurunan jumlah pendonor, PMI menggelar program Safari Donor Darah Ramadan 1447 H.
Ketua Palang Merah Indonesia Kabupaten Kuningan, Hj. Ika Siti Rahmatika, mengatakan kebutuhan darah tersebut merupakan akumulasi permintaan dari rumah sakit dan layanan kesehatan yang menangani berbagai kondisi medis.
“Kebutuhan darah mencapai angka 2.000 labu darah setiap bulannya. Jumlah tersebut adalah akumulasi dari kebutuhan berbagai fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang melayani pasien dengan beragam kondisi medis,” ujarnya didampingi pengurus Agus Mauludin.
Ia menjelaskan, kebutuhan transfusi darah bersifat mendesak karena setiap hari ada pasien yang bergantung pada pasokan darah. Di antaranya untuk operasi bedah terjadwal maupun darurat, penanganan persalinan dengan komplikasi pendarahan, pasien penyakit kronis seperti thalassemia dan gagal ginjal, serta korban kecelakaan lalu lintas yang membutuhkan penanganan cepat.
Memasuki bulan puasa, partisipasi donor darah biasanya menurun karena sebagian masyarakat khawatir kondisi fisik melemah atau menganggap donor dapat membatalkan puasa. Selain itu, perubahan pola makan dan waktu istirahat selama Ramadan juga membuat sebagian orang menunda donor.
Padahal, donor darah saat berpuasa tetap diperbolehkan secara medis maupun berdasarkan pandangan ulama, selama dilakukan pada waktu yang tepat dan kondisi tubuh memungkinkan.
“Meskipun masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa tapi nadi kemanusiaan tidak boleh berhenti berdetak. Pasien di rumah sakit tetap membutuhkan bantuan darah tanpa memandang waktu dan kondisi,” ucapnya.
Untuk menjembatani kebutuhan stok darah dengan penurunan jumlah pendonor, PMI Kuningan meluncurkan program Safari Donor Darah Ramadan yang menyasar langsung komunitas dan kelompok masyarakat.
“PMI Kuningan menginisiasi program Safari Donor Darah Ramadan. Program tersebut merupakan bentuk transformasi pelayanan kemanusiaan yang lebih adaptif sehingga kami tidak lagi hanya menunggu kedatangan pendonor di Unit Donor Darah (UDD) namun aktif mendatangi simpul-simpul massa di tengah masyarakat,” tuturnya.(Ya)