Lumer di Mulut Empuk di Tekstur, Botok Roti Mang Gofar Jadi Primadona Ramadan
BOTOK roti kini menjadi salah satu menu favorit untuk berbuka puasa. Bahkan Botok roti masuk jajanan takjil wajib bagi masyarakat Cirebon. Dengan tekstur yang empuk dan lumer di mulut, menjadikan makanan ini banyak diburu masyarakat saat bulan Ramadan.
Salah satu penjual botok roti di Jalan Fatahillah, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Abdul Ghofar, akrab disapa Mang Ghofar. Ia mengatakan, permintaan botok roti meningkat drastis selama bulan Ramadan. “Setiap hari, pada bulan puasa saya bisa menyediakan sampai 500 bungkus,” ujar Ghofar.
Ghofar menyebutkan, botok roti bukanlah makanan baru di Cirebon. Hidangan ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan sering dibuat oleh masyarakat setempat sebagai alternatif dari botok tradisional yang biasanya menggunakan parutan kelapa dan ikan teri.
Dibandingkan botok pada umumnya, botok roti lebih mudah dibuat dan bahan-bahannya lebih sederhana. Beberapa warga Cirebon mengatakan botok roti mulai populer sejak dulu ketika roti tawar mulai mudah didapat di pasar-pasar tradisional.
“Kalau ada roti sisa, dulu orang tua saya selalu buat botok roti, katanya biar tidak mubazir. Tapi sekarang malah jadi makanan favorit,” kata Ghofar.
Ghofar menyebut harga botok roti cukup terjangkau, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus, tergantung ukuran dan bahan tambahan yang digunakan.
Lebih lanjut, kata Ghofar, di tengah menjamurnya makanan kekinian, keberadaan botok roti sebagai takjil khas Cirebon masih tetap bertahan. Hal ini, tidak lepas dari peran pedagang dan masyarakat yang terus melestarikan kuliner tradisional ini.
Sementara seorang warga, Udin mengaku kalau setiap bulan puasa, ia bersama keluarga selalu menyantap makanan khas Cirebon yakni botok roti.
Menurutnya, botok roti memiliki kenikmatan tersendiri saat menyantapnya, dengan perpaduan roti, gula dan beberapa toping membuat makanan ini selalu diburu saat bulan puasa. “Rasanya cukup enak, pas untuk berbuka puasa,” katanya.(Junaedi)




