Ragam

Lewat Film, Gusdurian Soroti Eksploitasi Alam

kacenews.id-MAJALENGKA-Pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan di tengah meningkatnya eksploitasi sumber daya alam menjadi sorotan dalam kegiatan bedah film dokumenter “Tambang Emas Ra Ritek”. Kegiatan tersebut digelar Komunitas Gusdurian Majalengka, Sabtu, 22 Februari 2026, di Rumah Joglo Sholawat Majalengka, Graha LAZISNU, belakang Universitas Majalengka (UNMA).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai komunitas di Kabupaten Majalengka, termasuk perwakilan lintas iman. Forum ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka untuk membahas persoalan ekologi, aktivitas pertambangan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
Bedah film ini merupakan bagian dari agenda rutin Gusdurian Majalengka yang mengangkat isu sosial dan lingkungan. Melalui pemutaran film dokumenter, peserta diajak memahami realitas dampak pertambangan terhadap kondisi alam sekaligus mendorong refleksi kritis mengenai tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
Diskusi menghadirkan Yayan Heryanto, rohaniwan sekaligus aktivis budaya asal Desa Genteng Dawuan, Majalengka, sebagai pemantik. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk melindungi lingkungan hidup di tengah masifnya eksploitasi sumber daya alam.
“Film ini mengajak kita untuk tidak menutup mata terhadap dampak ekologis dari aktivitas pertambangan. Alam bukan hanya sumber ekonomi, tetapi juga ruang hidup bersama yang harus dijaga,” ujar Yayan.
Film dokumenter “Tambang Emas Ra Ritek” menyoroti berbagai dampak pertambangan emas, mulai dari perubahan bentang alam, penurunan kualitas air, kerusakan lahan pertanian, hingga ancaman terhadap kesehatan dan keberlanjutan hidup masyarakat di sekitar wilayah tambang. Film tersebut juga menghadirkan suara warga yang berupaya mempertahankan ruang hidupnya.
Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan pandangan dan refleksi beragam. Sejumlah perwakilan komunitas lintas iman menilai persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan aspek ekologi, tetapi juga menyangkut nilai moral, spiritual, dan kemanusiaan sehingga membutuhkan kepedulian bersama.
Koordinator Gusdurian Majalengka menyampaikan kegiatan bedah film ini merupakan bagian dari komitmen komunitas dalam merawat nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan kepedulian lingkungan.
“Sejak awal, Gusdurian Majalengka hadir dengan perhatian serius pada isu ekologis. Kepedulian terhadap alam adalah tanggung jawab bersama, lintas iman dan lintas komunitas,” ujarnya.
Kegiatan yang digelar tanpa biaya dengan jumlah peserta terbatas tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi dan refleksi, terutama bagi generasi muda, sekaligus mendorong dialog konstruktif mengenai perlindungan lingkungan di tingkat lokal.(Jep)

Back to top button