Ragam

Dehidrasi dan Hipoglikemia saat Puasa Ramadan, Dinkes Kuningan: Imbangi Kebiasaan Hidup Sehat

kacenews.id-KUNINGAN-Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan dan istirahat selama Ramadan 1447 H setelah sejumlah warga dilaporkan harus menjalani perawatan medis pada hari-hari awal puasa.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena perubahan pola makan, jam tidur, serta aktivitas harian selama berpuasa dapat memengaruhi daya tahan tubuh apabila tidak diimbangi kebiasaan hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, H. Edi Martono, menyebutkan ada lima gangguan kesehatan yang kerap muncul saat Ramadan. Pertama, dehidrasi akut akibat kurangnya asupan cairan selama hampir 14 jam yang dapat mengganggu fungsi organ dan menurunkan konsentrasi. Kedua, hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah tajam, biasanya karena melewatkan sahur atau kurang mengonsumsi karbohidrat kompleks.
Selanjutnya, kelelahan kronis yang muncul karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan aktivitas harian. Keempat, sakit kepala yang sering dipicu adaptasi tubuh terhadap penghentian konsumsi kafein secara mendadak atau menjadi tanda awal dehidrasi. Kelima, konstipasi atau gangguan pencernaan akibat kurangnya asupan serat dari sayur dan buah serta minimnya konsumsi air putih.
Ia menegaskan pentingnya langkah pencegahan agar masyarakat tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.
“Antisipasi agar tidak sakit selama menjalankan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadan 1447 H adalah selelu memastikan meminum banyak air saat sahur dan berbuka, makan makanan bergizi saat sahur dan berbuka, hindari makanan pedas dan berminyak serta beristirahat yang cukup,” ujarnya.
Edi juga mengingatkan bahwa tubuh membutuhkan waktu beradaptasi dengan perubahan metabolisme selama Ramadan. Karena itu, sahur tidak boleh dilewatkan dan sebaiknya berisi menu seimbang yang mengandung protein, serat, serta karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.
Selain itu, ia menyarankan masyarakat tidak langsung tidur setelah sahur karena dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk meningkatnya asam lambung atau Gerd. Waktu setelah sahur dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ringan seperti membaca Al-Qur’an atau berjalan santai sebelum memulai kegiatan pagi.
Ia kembali menekankan pentingnya menjaga kesehatan lambung selama berpuasa.
“Ingat, selama puasa demi menjaga lambung tetap aman, harus menjauhi makanan yang terlalu pedas dan berminyak (gorengan). Lemak jenuh yang tinggi dalam gorengan sulit dicerna dan dapat menyebabkan iritasi pada dinding lambung yang kosong. Kunci utama sehat terletak pada kedisiplinan dalam mengatur asupan nutrisi dan pola istirahat,” tuturnya.(Ya)

Related Articles

Back to top button