Reses Digelar, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
kacenews.id-CIREBON- Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Partai Gerindra, HR Cakra Suseno, kembali turun langsung ke tengah masyarakat dalam agenda Reses II Tahun Sidang 2026-2027. Kegiatan tersebut digelar di sejumlah titik di daerah pemilihan (dapil)-nya, khususnya di wilayah Kecamatan Astanajapura, belum lama ini.
Dalam rangka menyerap aspirasi konstituen, Cakra menyambangi beberapa desa, di antaranya Desa Buntet, Desa Japurabakti, dan Desa Mertapada Wetan. Dari hasil dialog bersama warga, beragam persoalan mencuat, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur, lingkungan, hingga layanan sosial.
Saat berdialog dengan masyarakat Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, warga menyampaikan kebutuhan mendesak akan bantuan pompa air untuk mendukung produktivitas pertanian. Selain itu, mereka juga meminta normalisasi saluran Cikanci dan Wado guna mengoptimalkan aliran air, terutama saat musim hujan.
“Warga juga mengeluhkan persoalan sampah yang hingga kini belum dikelola dengan baik. Di samping itu, mereka meminta normalisasi saluran di sepanjang jalan Kanci-Sindanglaut untuk menanggulangi banjir, serta perbaikan dan peningkatan jalan Buntet-Bulakcabak,” tuturnya.
Permasalahan infrastruktur dan lingkungan tersebut dinilai warga sangat memengaruhi aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.
Di Desa Japurabakti, aspirasi yang disampaikan tak kalah beragam. Masyarakat meminta pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Sungai Singaraja guna mencegah longsor dan kerusakan lahan di sekitar bantaran sungai.
Tak hanya itu, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi perhatian warga. Mereka berharap adanya dukungan nyata berupa pelatihan, permodalan, maupun akses pemasaran agar usaha lokal dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kemudian masyarakat juga meminta adanya normalisasi saluran Wanganagung serta peningkatan jalan di Desa Japurabakti,” ujarnya.
Sementara itu, di Desa Mertapada Wetan, warga menyoroti belum adanya sistem pengelolaan sampah yang optimal oleh pemerintah desa. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut agar tidak berdampak pada kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Selain itu, warga juga meminta peningkatan kualitas jalan desa serta normalisasi saluran air untuk mencegah genangan dan banjir saat hujan deras.
Permasalahan layanan sosial turut menjadi perhatian. Warga mengeluhkan banyaknya kepesertaan BPJS PBI yang tidak aktif, serta mempertanyakan transparansi data desil yang hingga kini dinilai belum jelas.
“Selanjutnya terkait keluhan BPJS PBI banyak yang tidak aktif, dan soal desil yang sampai sekarang nilainya belum transparan. Kemudian, masyarakat juga meminta adanya pemberdayaan UMKM di Mertapada Wetan,” kata Cakra.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam Reses II ini akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Kabupaten Cirebon. Cakra berkomitmen mengawal usulan-usulan tersebut agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah dan direalisasikan secara bertahap sesuai skala prioritas.
“Semua aspirasi ini menjadi catatan penting bagi kami. Insya Allah akan kami perjuangkan agar bisa direalisasikan sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah,” katanya.(Is)





