Ekonomi & Bisnis

Bantu Akses Petani, Kodim Majalengka Bangun Jalan Penghubung 2 Kilometer

TMMD Kodim 0617/Majalengka membangun jalan penghubung Desa Sindangwangi–Bantaragung, mempersingkat waktu tempuh hingga 45 menit. Jalan memudahkan distribusi hasil pertanian dan mendukung usaha lokal serta pariwisata.

Pengerasan jalan, pembangunan Tembok Penahan Tanah, dan gorong-gorong untuk drainase. Anggota Kodim bekerja sama dengan masyarakat, menegaskan kemanunggalan TNI-rakyat. Penyuluhan pertanian, kesehatan, bela negara, bencana, serta edukasi pencegahan narkoba dan judi online.

kacenews.id-MAJALENGKA-TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0617/Majalengka membuka akses baru dengan membangun jalan penghubung antara Desa Sindangwangi dan Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, sepanjang hampir 2 kilometer. Pembangunan ini diharapkan memangkas waktu tempuh hingga 45 menit dan mempermudah distribusi hasil pertanian warga.

Sebelumnya, jalur tersebut hanya berupa jalan tanah sempit yang bisa dilalui sepeda motor dan pejalan kaki. Warga terpaksa menggunakan jalur memutar yang lebih panjang, sehingga biaya transportasi hasil kebun pun meningkat.

Asep (47 tahun), salah seorang petani setempat, menyambut gembira inisiatif TMMD. “Kalau hujan, jalannya susah dilewati. Semoga setelah TMMD ini selesai, angkut hasil kebun bisa lebih cepat dan tidak harus muter jauh,” ujarnya di lokasi, Sabtu (21/2/2026).

Warga lain, Siti Nurhaliza (39 tahun), berharap jalan baru ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus sektor pariwisata. “Kalau aksesnya sudah bagus, wisatawan ke Ciboer Pass pasti lebih mudah masuk. Usaha warga juga ikut terbantu,” kata Siti.

Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, menegaskan pembangunan jalan ini adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Kami ingin semua akses jalan menuju lahan pertanian atau antar desa bisa mudah dijangkau. Ini bagian dari upaya mempercepat pembangunan desa,” ujarnya.

Sasaran fisik TMMD ke-127 meliputi pembukaan dan pengerasan jalan sepanjang 1.000 meter dengan lebar 3 meter, pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 1.800 meter, serta lima titik gorong-gorong untuk mendukung sistem drainase.

Selain itu, program nonfisik seperti penyuluhan pertanian, kesehatan masyarakat, bela negara, penanggulangan bencana, serta edukasi pencegahan narkoba dan judi online turut dijalankan.

Letkol Fahmi menambahkan, pembangunan jalan baru ini akan membuka keterisolasian wilayah, meningkatkan konektivitas, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berharap pembangunan di Desa Sindangwangi menjadi fondasi peningkatan kesejahteraan dan mendukung aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses ke kawasan wisata,” katanya.

Dengan sinergi Satgas TMMD dan masyarakat, proyek infrastruktur ini diharapkan mampu mempercepat transformasi desa, sekaligus menghadirkan kemudahan akses yang berdampak nyata bagi perekonomian lokal.(Ta)

Related Articles

Back to top button