Ayumajakuning

10 Calon Pimpinan Baznas Kuningan Diverifikasi

kacenews.id-KUNINGAN-Sepuluh calon pimpinan Baznas Kabupaten Kuningan masih menunggu proses verifikasi, validasi, dan asistensi dari Baznas Republik Indonesia sebelum ditetapkan menjadi lima komisioner oleh bupati. Proses tersebut diperkirakan rampung dalam pekan ini.
Sekretaris Tim Seleksi Baznas Kabupaten Kuningan, Emup Muplihudin, menjelaskan hasil verifikasi dari Baznas RI nantinya akan diserahkan kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni bupati, untuk menentukan lima nama yang akan menjadi komisioner.
“Dari 10 besar tersebut, oleh Baznas RI akan diserahkan pada KPM (bupati) setelah dilakukan ferifikasi, validasi dan asistensi. Selanjutnya untuk menjadi lima besar komisioner Baznas Kuningan merupakan kewenangan bupati,” ungkap Emup di ruang kerjanya di Setda Kuningan, Jalan Ir Soekarno, Rabu (18/2/2026).
Ia menyebutkan, sepuluh calon pimpinan Baznas Kabupaten Kuningan periode 2026–2031 terdiri atas H. Syarifudin, Insan Nulyaman, H. Iman Nuryaman, H. Yusron Kholid, Asep Budi Setiawan, Abdul Jalil Hermawan, Hermawan, Asep Z. Fauzi, Adang Romadona, dan Iman Priatna Rahman.
Menurutnya, seluruh kandidat merupakan hasil seleksi yang dilakukan secara transparan, objektif, dan ketat, berdasarkan penilaian menyeluruh selama proses seleksi berlangsung.
Emup menegaskan, tim seleksi sejak awal berkomitmen menjaga profesionalitas dalam setiap tahapan, mulai dari administrasi hingga penilaian akhir. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada pengetahuan, tetapi juga integritas, kapasitas kepemimpinan, serta visi calon dalam mengembangkan peran Baznas di Kabupaten Kuningan.
“Kami berharap, pimpinan Baznas ke depan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat yang semakin kompleks sekaligus memperkuat kepercayaan publik. Kami berharap calon-calon yang nantinya ditetapkan sebagai pimpinan Baznas benar-benar sosok yang amanah, profesional, dan memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta optimalisasi pengelolaan zakat untuk kesejahteraan umat,” papar Emup.
Ia menambahkan, ke depan posisi Baznas diharapkan semakin strategis dalam mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pemerintah dan Baznas, kata dia, saling menunjang dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya lebih luas bagi masyarakat.
Emup juga menjelaskan, lima kandidat yang tidak terpilih tetap berpeluang dilibatkan di kemudian hari bila terjadi kekosongan jabatan komisioner.
“Apabila yang lima terakomodir dan sisanya lima orang lagi, bukan berarti tidak terpakai, namun suatu saat dapat menggantikan apabila dari yang terpilih mengundurkan diri, pindah domisili keluar kota maupun alasan lainnya. Inya Allah, penetapan lima calon komosioner tinggal menunggu hari, diperkirakan meinggu-minggu ini sudah ada kepetusan yang akan diumumkan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan,” pungkas Emup.(Sul)

Back to top button