Ayumajakuning

Pemasangan Stiker di Leuwimunding Ungkap Ketidaktepatan Penerima Bansos

kacenews.id-MAJALENGKA-Penertiban data penerima bantuan sosial (bansos) di Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, mengungkap ketidaktepatan sasaran penerima. Dalam proses pemasangan stiker penanda keluarga penerima bansos, petugas menemukan sejumlah rumah penerima yang tergolong keluarga mampu dan memiliki penghasilan tetap.
Pemasangan stiker dilakukan sebagai upaya verifikasi lapangan dan transparansi data penerima bantuan. Namun, dalam pelaksanaannya, sebagian warga justru menolak rumahnya ditempeli stiker dengan alasan merasa tidak nyaman atau malu apabila status penerima bantuan diketahui lingkungan sekitar.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran pendataan adalah Desa Lame. Dari hasil pengecekan di lapangan, petugas mendapati beberapa penerima bansos menempati rumah permanen dan layak huni, bahkan memiliki pekerjaan tetap. Di sisi lain, masih ditemukan warga dengan kondisi ekonomi kurang mampu serta rumah tidak layak huni yang belum terdata sebagai penerima bantuan.
Salah seorang warga penerima bantuan, Lilis, mengaku telah menerima bansos sejak masa pandemi Covid-19. Bantuan yang diterimanya berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang hingga kini masih diterima secara rutin setiap bulan.
“Saya menerima bantuan sejak pandemi dan sampai sekarang masih dapat setiap bulan,” ujarnya.
Berbeda dengan Lilis, warga lainnya, Sutarmo, memilih menolak pemasangan stiker di rumahnya. Ia mengaku tidak nyaman jika status penerima bansos diketahui oleh masyarakat sekitar. Meski demikian, Sutarmo tercatat masih menerima BPNT dan BLT setiap bulan. Dari pantauan di lapangan, kondisi rumah Sutarmo tergolong layak, dan ia diketahui memiliki usaha menjahit serta butik pakaian sebagai sumber penghasilan tetap.
Camat Leuwimunding, Wawan, menjelaskan bahwa pemasangan stiker merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan bantuan sosial diterima oleh warga yang benar-benar berhak. “Dengan adanya stiker, kondisi penerima bisa terlihat langsung oleh masyarakat. Jika ada yang dinilai sudah mampu, bisa dilakukan evaluasi,” kata Wawan.
Ia menambahkan, pemerintah kecamatan berharap para penerima bantuan bersedia dipasangi stiker sebagai bentuk keterbukaan. Namun, bagi warga yang merasa keberatan, pihaknya memberikan opsi untuk mengundurkan diri secara sukarela. “Kalau tidak mau dipasang stiker karena merasa malu, sebaiknya mundur saja, agar bantuan bisa dialihkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.
Melalui langkah ini, pemerintah kecamatan berharap akurasi data penerima bansos dapat diperbaiki, sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.(Jep)

Related Articles

Back to top button