Harga Kebutuhan Pokok Melonjak Pemkab Majalengka Segera Gelar Pasar Murah
kacenews.id-MAJALENGKA-Harga sejumlah komoditas pangan, khususnya cabai, sayuran, dan daging ayam, di pasar tradisional Kabupaten Majalengka mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan ini diduga dipicu terbatasnya pasokan akibat faktor cuaca serta siklus tahunan menjelang bulan suci Ramadan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Sindangkasih, harga cabai mengalami lonjakan cukup tajam. Cabai merah beauty kini dijual Rp 60.000 per kilogram, cabai keriting Rp 50.000 per kilogram, dan cabai merah biasa Rp 60.000 per kilogram, masing-masing naik sekitar Rp 10.000. Sementara itu, cabai rawit hijau mencapai Rp 60.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah melonjak hingga Rp 90.000 per kilogram atau naik Rp 20.000.
Selain cabai, harga bawang Sumenep juga naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram, sedangkan bawang merah masih stabil di kisaran Rp 40.000 per kilogram. Harga telur ayam juga terpantau masih stabil di angka Rp 30.000 per kilogram.
Untuk komoditas sayuran, kol mengalami kenaikan cukup tajam dari Rp 7.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram. Sementara harga ayam broiler kembali naik setelah sempat turun selama beberapa pekan, dari Rp 44.000 menjadi Rp 48.000 per kilogram sejak Minggu (8/2/2026).
Sejumlah pedagang sayuran mengakui, kenaikan harga terjadi akibat pasokan yang terbatas serta cuaca yang kurang mendukung sehingga sayuran dan cabai mudah membusuk.
“Kalau mau puasa atau lebaran, libur panjang harga pasti naik, ini didukung oleh cuaca buruk yang terus menerus, mau imlek ya biasa begini,” ungkap Dede, salah seorang pedagang sayur yang mengaku kini hanya menyiapkan tiga kilogram cabai merah.
Ia mengaku sengaja mengurangi stok dagangan untuk menghindari kerugian akibat barang yang cepat rusak saat musim hujan. “Barang mahal pembeli kurang, sementara curah hujan terus tinggi, jadi stok barang dikurangi meminimalisir kerugian karena kalau barang kena hujan mudah busuk,” ujarnya.
Pedagang daging ayam broiler, Nani dan Yayah, menyebut harga ayam saat ini sangat fluktuatif karena sering berubah secara mendadak mengikuti harga dari distributor. “Harga daging ayam sekarang tidak menentu, sedangkan jualan sepi,” kata Yayah, yang telah puluhan tahun berjualan daging ayam di Pasar Sindangkasih.
Pengelola Pasar Sindangkasih, Ikhsad, membenarkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai dan daging ayam. Menurutnya, lonjakan harga mulai terasa sejak Minggu (8/2/2026). “Yang naik itu cabai-cabaian dan daging ayam, barang ada tapi tidak melimpah seperti biasanya,” ungkap Ikhsad.
Ia memperkirakan, tren kenaikan harga masih berpotensi berlanjut hingga menjelang Ramadan atau munggahan, dan biasanya baru kembali normal setelah hari kedua puasa.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan pemerintah daerah akan segera menggelar pasar pangan murah di sejumlah lokasi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. “Jelang puasa hingga jelang lebaran kita akan adakan pasar pangan murah di sejumlah tempat, ini untuk memastikan masyarakat bisa membeli barang dengan harga terjangkau sekaligus untuk menstabilkan harga,” ujar Eman.(Ta)



