Ragam

Butuh Waktu Empat Hari untuk Perbaikan, PDAM Kota Cirebon Akui Deteksi Kebocoran Masih Manual

kacenews.id-CIREBON-Gangguan pasokan air bersih kembali dirasakan puluhan ribu warga Kota Cirebon. Kebocoran besar pada pipa transmisi utama PDAM Kota Cirebon membuat sekitar 30 ribu pelanggan terdampak dari total 50 ribu pelanggan yang dilayani.

Kebocoran terjadi pada pipa bawah tanah berdiameter 60 sentimeter sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang menyalurkan air dari sumber Paniis menuju reservoir Plangon. Pipa tersebut beroperasi dengan tekanan tinggi hingga 18 bar.

Pihak PDAM Kota Cirebon memprediksi, kalau cuaca cerah, butuh waktu sekitar empat hari memperbaiki kebocoran. Tidak cukup sampai disitu, selesai memperbaiki kebocoran, butuh waktu satu minggu lagi untuk normalisasi air yang masuk ke pelanggan.

Direktur PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari atau akrab disapa Opang, menyebut kebocoran baru terindikasi setelah debit air yang masuk ke reservoir menurun. Hingga kini, PDAM masih mengandalkan pemantauan debit sebagai satu-satunya cara mendeteksi gangguan jaringan.

“Kalau debit air ke reservoir berkurang, itu jadi indikasi awal adanya kebocoran,” kata Opang, Kamis 5 Februari 2026.

Ia mengakui, PDAM Kota Cirebon belum memiliki teknologi khusus untuk mendeteksi kebocoran pipa secara akurat tanpa harus melakukan penggalian. Akibatnya, kepastian titik kerusakan baru diketahui setelah pembongkaran dilakukan di lokasi yang dicurigai.

Meski pipa tersebut telah terpasang sejak 1978, Opang menegaskan kondisi pipa masih dinilai layak dan belum melewati batas usia teknis maksimal.

“Usia pipa bisa sampai 50 tahun. Pergantian dilakukan karena titik kebocoran sudah ditemukan, bukan semata karena umur,” ujarnya.

PDAM memperkirakan proses perbaikan kebocoran membutuhkan waktu sekitar empat hari jika cuaca mendukung. Namun setelah itu, pelanggan masih harus menunggu sekitar satu minggu untuk proses normalisasi distribusi air hingga kembali stabil.

Gangguan ini kembali menyoroti tantangan infrastruktur air bersih di Kota Cirebon, khususnya keterbatasan sistem pemantauan jaringan pipa utama yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.(Mail)

Related Articles

Back to top button