Distribusi Lumpuh, 30 Ribu Pelanggan Kehilangan Pasokan Air Bersih
Kebocoran Dipicu Tanah Labil dan Beban Lalu Lintas di Jalur Pipa Utama

Pipa transmisi utama PDAM Kota Cirebon bocor di jalur sebelum Reservoir Plangon. PDAM kehilangan sekitar 78 ribu meter kubik air per hari dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. PDAM mengerahkan mobil tangki dan menargetkan perbaikan selesai dalam tiga hari untuk pemulihan distribusi air.
kacenews.id-CIREBON-Kebocoran pipa transmisi utama PDAM Kota Cirebon menyebabkan sekitar 30 ribu pelanggan mengalami gangguan pasokan air bersih. Perbaikan ditargetkan selesai dalam tiga hingga empat hari ke depan.
Kebocoran terjadi pada pipa utama yang berada beberapa meter sebelum Reservoir Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Akibatnya, distribusi air bersih dari mata air Paniis ke rumah-rumah warga terganggu hampir di seluruh wilayah layanan.
Direktur Utama PDAM Kota Cirebon, Sofyan Satari atau Opang, mengatakan pipa yang bocor merupakan jalur vital distribusi air. Ketika kerusakan terjadi, dampaknya langsung meluas.
“Sekitar 30 ribu pelanggan terdampak. Ini pipa utama, sehingga hampir seluruh distribusi ikut terganggu,” ujar Opang saat meninjau lokasi perbaikan, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, kebocoran diduga disebabkan oleh beban kendaraan berat yang melintas di atas jalur pipa serta kondisi tanah di wilayah Plangon yang labil. Tekanan tersebut membuat pipa tidak mampu menahan beban.
Akibat kebocoran ini, PDAM memperkirakan kehilangan air mencapai sekitar 78 ribu meter kubik per hari. Kerugian secara finansial ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa perbaikan, PDAM mengerahkan lima unit mobil tangki air bersih. Tiga unit berasal dari PDAM Kota Cirebon, sementara dua lainnya merupakan bantuan dari PDAM Kabupaten Cirebon, Kuningan, dan Indramayu. Setiap mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.
“Distribusi air melalui mobil tangki akan kami prioritaskan ke wilayah yang paling terdampak,” kata Opang.
PDAM meminta masyarakat bersabar selama proses perbaikan berlangsung. Pihaknya memastikan seluruh tim bekerja maksimal agar aliran air bersih dapat segera normal kembali.
“Kami berharap cuaca mendukung dan tidak turun hujan agar pekerjaan bisa selesai lebih cepat,” ujarnya.
(Ismail/KC)





