Ragam

Saat Razia Tak Lagi Menakutkan, Sebatang Cokelat dari Tangan Polisi Lalu Lintas

kacenews.id-MAJALENGKA-SENIN (2/2/2026) pagi, suasana Jalan Abdul Halim, tepat di depan Alun-alun Majalengka tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah pengendara melambatkan laju kendaraan mereka, sebagian terlihat tegang saat melihat petugas berseragam berdiri berjajar. Operasi Keselamatan Lodaya resmi dimulai.

Bagi banyak pengendara, razia identik dengan surat tilang dan denda. Tak heran, wajah-wajah cemas tampak jelas saat satu per satu kendaraan dihentikan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka, yang didukung Dinas Perhubungan dan Denpom.

Namun, ketegangan itu perlahan mencair, bahkan berubah menjadi senyum. Alih-alih buku tilang, sebagian pengendara justru menerima sebatang cokelat dari tangan petugas.

Hari pertama Operasi Keselamatan Lodaya di Majalengka diwarnai pendekatan yang berbeda. Petugas memeriksa kelengkapan kendaraan, mulai dari helm, sabuk pengaman, hingga SIM dan STNK. Mereka yang tertib dan memenuhi seluruh persyaratan tidak hanya dipersilakan melanjutkan perjalanan, tetapi juga mendapat hadiah cokelat sebagai bentuk apresiasi.

“Awalnya takut, kirain pasti ditilang,” ujar salah seorang pengendara sepeda motor sambil tersenyum, menunjukkan cokelat yang baru diterimanya. “Ternyata malah dikasih hadiah. Jadi merasa dihargai.”

Meski demikian, petugas masih menemukan sejumlah pelanggaran, seperti pengendara tanpa helm, tidak mengenakan sabuk pengaman, atau tidak membawa surat-surat kendaraan. Namun, pada hari pertama ini, tidak ada penindakan berupa tilang. Pelanggar hanya diberi teguran dan imbauan agar lebih disiplin demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Majalengka, Ajun Komisaris Polisi Rudy Sudaryono, Operasi Keselamatan Lodaya tidak semata-mata bertujuan menindak pelanggar, melainkan membangun kesadaran masyarakat.

“Kami mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis. Keselamatan berlalu lintas bukan hanya aturan, tapi kebutuhan bersama,” ujarnya.

Operasi ini menyasar seluruh jenis kendaraan, mulai dari roda dua, roda empat, hingga angkutan umum. Bahkan, pengemudi angkutan umum turut menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi mereka layak membawa penumpang dengan aman.

Operasi Keselamatan Lodaya akan berlangsung hingga 15 Februari 2026, dengan sembilan sasaran prioritas yang difokuskan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Majalengka.

Pagi itu, razia tak lagi sekadar soal pelanggaran. Di balik teguran dan pemeriksaan, ada pesan sederhana yang disampaikan dengan cara manis, keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kepatuhan layak dihargai—meski hanya dengan sepotong cokelat.(Tat)

Related Articles

Back to top button