Pegawai MBG Bakal Diangkat ASN, Honorer Meradang Desak Peningkatan Status
kacenews.id-CIREBON-Wacana pengangkatan puluhan ribu pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K) menuai sorotan tajam.
Isu tersebut mencuat di tengah perhatian publik terhadap nasib tenaga honorer, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan, yang hingga kini masih menunggu kepastian peningkatan status dan kesejahteraan.
Ketua PGRI Kota Cirebon, Eka Novianto, menyampaikan bahwa hingga kini masih terdapat ratusan guru honorer yang belum terangkat di wilayah tersebut.
“Memang jumlah guru honorer di Kota Cirebon berkurang setelah adanya pengangkatan P3K Paruh Waktu tahun lalu,” ujar Eka, Senin (2/2/2026).
Berdasarkan pendataan PGRI, jumlah guru honorer pasca pengangkatan P3K Paruh Waktu masih lebih dari 200 orang. “Ada 200 lebih, karena tahun lalu masih ada yang belum terangkat. Kami mengapresiasi langkah pemerintah kota, tetapi kesejahteraan tenaga honorer ini harus tetap diperjuangkan,” katanya.
Eka menilai kondisi tersebut memprihatinkan karena banyak guru honorer telah mengabdi bertahun-tahun tanpa kepastian status. “Sangat memprihatinkan, mereka menunggu bertahun-tahun untuk diangkat, sementara ada pegawai yang baru bekerja beberapa bulan sudah diangkat P3K. Padahal, guru honorer ini sudah lama mengabdi dan mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Igo P, mengaku belum menerima informasi lanjutan terkait pengangkatan dirinya sebagai P3K. “Sampai hari ini belum ada informasi lebih lanjut terkait pengangkatan,” katanya singkat.(Jak)





