Kematian Ikan Kancra Bodas Tak Biasa, Diduga Pemicunya Cacing Parasit dan Cuaca Ekstrem
kacenews.id-KUNINGAN-Ratusan ekor ikan Kancra Bodas yang menghuni kawasan wisata Balong Cigugur, Kabupaten Kuningan, mati secara mendadak, Minggu (1/2/2026). Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan menduga kuat kematian massal ikan tersebut dipicu serangan penyakit cacing parasit yang diperparah kondisi cuaca ekstrem.
Kematian ikan ditandai dengan perubahan fisik pada bagian mulut yang tampak berwarna putih. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan kelestarian ikan Kancra Bodas yang selama ini dikeramatkan sekaligus menjadi daya tarik utama wisata Balong Cigugur. Jika tidak segera ditangani, populasi ikan tersebut dikhawatirkan terus berkurang.
Kepala Bidang Perikanan Diskanak Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, menjelaskan bahwa hasil pengamatan awal menunjukkan adanya indikasi penyakit pada ikan yang mati.
“Pada ikan Balong Cigugur yang mati mendadak terdapat indikasi penyakit pada bagian mulut ikan. Beberapa ciri yang ditemukan diantaranya mulut ikan tampak berwarna putih, hal itu sebabkan dugaan kuat adanya parasit cacing disamping belakangan ini terjadinya perubahan cuaca ekstrim yang tidak menguntung bagi ikan,” jelas Denny.
Ia mengungkapkan, jumlah kematian ikan dalam waktu singkat tergolong tidak biasa. “Kami juga kaget sejak beberapa hari terakhir kematian ikan Balong Cigugur mencapai di atas 150 ekor. Baru terjadi kali ini atas kematian masal melanda jenis ikan Kancra Bodas Cigugur,” tutur Denny.
Sementara itu, Camat Cigugur, Yono Ramansah, menyebutkan tanda-tanda gangguan terhadap ikan sebenarnya sudah muncul sejak beberapa bulan lalu, setelah sebuah pohon beringin tumbang dan menutupi sebagian kolam.
“Saat itu diketahui terdapat banyak ikan mati yang diperkirakan sirkulasi air di Kolam Cigugur kurang stabil sehingga mengakibatkan kesehatan ikan terganggu,” ungkap Yono.
Ia menambahkan, saat kejadian tersebut warga bersama pihak kecamatan mengangkat pohon beringin dari dalam kolam sebagai langkah antisipasi pencemaran dan upaya memperbaiki sirkulasi air.
Di sisi lain, warga setempat menduga kematian ikan juga disebabkan tersumbatnya sumber air di bagian barat kolam. Lubang sumber air yang biasanya menjadi tempat berlindung ikan, terutama saat debit air menurun, diduga tertutup sehingga aliran air tidak lancar dan berdampak pada menurunnya kualitas air di Balong Cigugur.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan segera dilakukan agar kematian ikan tidak terus bertambah. Ia meminta seluruh dinas terkait bergerak cepat mengambil langkah-langkah darurat.
“Kami mengapresiasi laporan masyarakat dan mengimbau warga agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan persoalan penting di lingkungan sekitar. Untuk hal-hal krusial dan serius, jangan sungkan melapor. Bisa melalui pesan WhatsApp ke dinas terkait atau camat setempat. Insya Allah akan segera kita tangani,” ujarnya.
Bupati juga menginstruksikan penambahan oksigen melalui pompanisasi air dengan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian guna mencegah kematian ikan semakin meluas.
Ia menambahkan, ikan Kancra Bodas merupakan simbol khas Kabupaten Kuningan yang tidak ditemukan di daerah lain, sehingga kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Mungkin saja ada penyebab lain atas kematian ikan keramat walau masih dalam proses pendalaman. Selain faktor penyakit dan suhu, kemungkinan lain seperti kolam yang tidak dikuras dan kekurangan nutrisi sehingga membuat seisi Balong Cigugur mengalami kematian,” tambahnya.(Sul)



