ABK KM Merak Indah 2 Ditemukan Meninggal di Pelabuhan Cirebon
kacenews.id-CIREBON-Seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Merak Indah 2 ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kapal saat bersandar di Pelabuhan Cirebon. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Penemuan tersebut terjadi di Jetty Pelita 3 Pelabuhan Cirebon, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, dan sempat menggegerkan awak kapal serta petugas pelabuhan.
Korban diketahui bernama Randi (56 tahun), yang menjabat sebagai Chief Engineering KM Merak Indah 2. Korban pertama kali dicurigai dalam kondisi tidak wajar oleh Jumadi (38 tahun), Masinis 1 kapal, warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.
Kecurigaan muncul setelah saksi melihat posisi korban tidak mengalami perubahan sejak Minggu (1/2/2026) malam. Merasa ada kejanggalan, Jumadi kemudian mengajak Khoirudin (31 tahun), selaku Mualim 1 kapal asal Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, untuk memastikan kondisi korban di dalam kamar.
Karena pintu kamar terkunci dari dalam, kedua saksi berupaya membukanya secara paksa. Setelah berhasil masuk, mereka mendapati tubuh korban dalam kondisi dingin dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Pemeriksaan awal yang dilakukan saksi juga tidak menemukan denyut nadi pada tubuh korban.
Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kapten Kapal KM Merak Indah 2, Ilwan Kandari (52 tahun), warga Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Kapten kapal kemudian segera melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan, petugas dari Kepolisian Pelabuhan Cirebon (KPC) bersama Tim Inafis Polres Cirebon Kota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Usai proses olah TKP, jenazah korban dievakuasi ke RSD Gunung Jati Cirebon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Kapolsek KPC AKP Asep Sunaryo mengungkapkan, berdasarkan hasil pengumpulan keterangan saksi di lokasi, korban diketahui sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum meninggal dunia.
“Dalam satu minggu terakhir, korban mengeluhkan sakit perut, batuk, pilek, suara serak, serta kondisi tubuh yang menurun sebelum akhirnya ditemukan meninggal di kamar pribadinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat peristiwa tersebut terjadi, KM Merak Indah 2 sedang melakukan aktivitas bongkar muat di Jetty Pelita 3 Pelabuhan Cirebon.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau seluruh pengelola kapal dan kru pelayaran untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan awak kapal, terutama saat berlayar maupun saat kapal bersandar di pelabuhan.
“Apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan Pelabuhan Cirebon, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau manfaatkan Layanan Polisi 110 agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” imbaunya.(Fan)




