Ayumajakuning

Dipicu Intensitas Hujan yang Tinggi, Petani Majalengka Desak Pihak Bendung Rentang Kurangi Pasokan Air

kacenews.id-MAJALENGKA-Semua pengelola irigasi dan aparat desa yang airnya disuplai dari Bendung Rentang meminta pengurangan pasokan air dnegan alasan banjir, dengan begitu air yang masuk ke Bendung Rentang lebih banyak dikembalikan lagi ke Sungai Cimanuk.

Menurut keterangan Pengelola Bendung Rentang Dadi Supriadi, permintaan pengurangan pasokan terjadi sejak Rabu (28/1/2025) kemarin akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga banyak wilayah yang mengalami banjir.

Untuk wilayah Indramayu yang meminta pengurangan diantaranya datang dari Losarang, Centigi, Sindang, Krangkeng , Karang Ampel serta sejumlah wilayah lainnya. Untul wilayah Cirebon datang dari Bakung, ssuranenggala dan Gegesik

“Permintaan pengurangannya rata – rata hingga mencapai 40 % – 50 % , sehingga pendistribusian air melalui SI Cipelang yang semula 23 m3 sekarang hanya 12 m3, untuk SI Sindupraja yang semula 40 m3 sekarang sebesar 22 m3,” jelas Dadi.

Menurut Dadi, posisi debit air di Bendung rentang sendiri terus mengalami kenaiklan, pada Kamis (29/1/2026) pukul 15.00 WIB posisi air mendekati status waspada dengan posisi 560,730 m³ per detik dan posisi waspada debit air berapa diangka 600 m³ pert detik.

Pada pukul 15.00 tersebut menurut Dadi, elevasi berada di 22,50 MDPL, tinggi muka air 5,50 m. Air disuplai ke SI Sindupraja sebesar 22,939 m³ per detik seteah terjadi pengurangan dari biasanya sebesar 450 m3 per detik, melalui SI Cipelang sebesar 12,381 m³ per detik setelah nengalami pengirangan dari pasokan biasanya yang mencapai 12,381 m³ per detik.

“Karena tingginya posisi air maka sebesar 543,504 m³ per detik dialirkan kembali ke Cimanuk,” ungkap Dadi.

Diperkirakan debit air yang masuk ke Bendung Rentang akan terus naik seiring dengan curah hujan yang cukup tinggi yang terjadi sejak Rabu sore hingga Kamis hujan masih terus mengguyur wilayah Majalengka. Anak sungai di wilayah Sumedang dan Majalengka yang airnya bermuara ke Cimanuk juga menajkdi penyumbang naiknya debit air yang masuk ke Rentang.

Sementara itu terjadinya cuaca esktrem yang memicu bencana hidrometeorologi, Bupati Majalengka Eman Suherman kembali mengintruksikan agar semua kepala OPD, camat untuk segera meninventarisir manakala terjadi bencana alam di wilayahnya serta menaksir nilai kerugian yang diderita sertas egera mengambil langkah penanganan.

“Mudah mudahan tidak terjadi lagi bencana menimpa wilayah Majalengka terlebih menimbulkan korban jiwa. Saya telah meminta semua camat dan kepala OPD tidak meninggalkan wilayah dan pantau terus perkembangan wilayahnya masing – masing, jika terjadi bencana, lakukan tindakan penanganan sesuai SOP dan koordanasi terus dengan BPBD dan tim.” ungkap Bupati Eman.(Tat)

Related Articles

Back to top button