CirebonRayaRagam

Ketika Ustad H Abdul Somad Sebut Nama Sultan Kasepuhan di Tabligh Akbar Bogor

kacenews.id-BOGOR-SULTAN Sepuh Aloeda II Keraton Kasepuhan Rahardjo Djali bersama Permaisuri menghadiri acara tabligh akbar dalam rangka Isra Miraj di kawasan Jonggol, Bogor. Sultan Aloeda II diundang oleh Yayasan Muhammad Sultan Ramadhan sebagai penyelenggara tabligh akbar tersebut. Yayasan ini diketuai oleh H Mulyadi dan Presiden Prabowo Subianto sebagai ketua dewan Pembina yayasan tersebut.

Hadir juga ustad kondang sebagai penceramah dalam tabligh akbar yang dihadiri banyak masyarakat tersebut, yaitu Ustad H Abdul Somad. Dalam pembuka ceramahnya, UAS, panggilan akrab Ustadz Abdul Somad menyebut berbagai pihak yang turut diundang dalam tabligh akbar ini.

“Hadir pada malam hari ini yaitu Bapak Mulyadi, ketua yayasan, beserta anak dan istri, juga hadir sahabat serta kolega yaitu Sultan Kasepuhan Cirebon, Stafsus Presiden, DPR RI, tokoh masyarakat,” kata UAS.

Dalam ceramahnya, UAS membahas peristiwa Isra Miraj yang dibagi ke dalam tiga peristiwa, yaitu sebelum Isra Miraj, saat Isra Miraj, dan setelah Isra Miraj. Tampak undangan yang hadir serta masyarakat konsentrasi dan mendengarkan dengan khusuk ceramah UAS yang kadang diselipi bahasa humor tersebut.

Usai tabligh akbar, Sultan Aloeda II mengatakan, pihaknya bangga ketika Sultan Kasepuhan Cirebon disebut-sebut oleh UAS. Apalagi di hadapan masyarakat. Hal ini, menurutnya, adalah sebuah pengakuan.

“Saya sendiri mendapatkan undangan dari Yayasan Muhammad Sultan Ramadhan yang diketuai oleh Bapak H Mulyadi, dan disebutkan dalam undangan Sultan Kasepuhan Cirebon, kemudian Ustadz Abdul Somad menyebut-nyebut Sultan Kasepuhan Cirebon, saya sendiri bangga datang ke acara ini dan turut disebut-sebut oleh Ustad Abdul Somad,” katanya.

Lebih jauh ia mengatakan, sebagai sultan di Keraton Kasepuhan, ia kerap mendapatkan undangan dari berbagai pihak.

“Saya berterima kasih atas berbagai undangan yang diberikan. Ini membuktikan bahwa Keraton Kasepuhan cukup diperhitungkan baik di skala regional, nasional, maupun internasional. Karena beberapa kali juga kami menghadiri undangan skala internasional,” ungkapnya.

Sementara itu, mengenai peringatan Isra Miraj, menurutnya, diharapkan peringatan tersebut akan membuat umat Nabi Muhammad merefleksikan diri atas peristiwa Isra Miraj serta menghayatinya sebagai bagian peristiwa paling penting yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW, sehingga dapat meningkatkan ketakwaan.

“Peristiwa Isra Miraj harus menjadi refleksi umat Nabi Muhammad dan kita bisa meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SAW,” ungkapnya.(Fan)

Related Articles

Back to top button