CirebonRaya

Gelorakan Terus Semangat Berbagi, IKIAD Kabupaten Cirebon Santuni Anak Yatim Piatu

 

 

 

 

kacenews.id-CIREBON- Suasana Kantor DPRD Kabupaten Cirebon mendadak terasa berbeda. Gedung yang biasanya identik dengan rapat, agenda politik, dan berkas tebal di hari itu dipenuhi senyum polos puluhan anak yatim piatu. Tawa kecil dan wajah penuh harap membuat ruang wakil rakyat tak lagi kaku, melainkan hangat oleh kepedulian.

Sebanyak 50 anak yatim piatu dari berbagai daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Cirebon menerima santunan dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Ikatan Istri Anggota Dewan (IKIAD) Kabupaten Cirebon, Selasa (27/1/2026). Kegiatan ini menjadi santunan perdana IKIAD untuk masa kepengurusan 2024–2029.

Jika biasanya santunan dilakukan dengan mendatangi panti asuhan atau wilayah dapil masing-masing, kali ini IKIAD memilih menghadirkan anak-anak tersebut langsung ke kantor DPRD. Ruang yang lazimnya formal disulap menjadi ruang berbagi yang sederhana, tanpa panggung megah dan tanpa seremoni berlebihan.

Ketua IKIAD Kabupaten Cirebon, Nani Junani Hasan, mengungkapkan kegiatan santunan merupakan agenda rutin yang dijalankan secara swadaya oleh para istri anggota dewan. Meski dilakukan dengan kemampuan terbatas, semangat untuk berbagi tetap dijaga.

“Pendapatan kami juga tidak terlalu besar, tapi kami sepakat untuk tetap menyisihkan rezeki. Kegiatan ini rutin kami lakukan. Pada periode sebelumnya, santunan dilaksanakan setiap empat bulan sekali,” katanya.

Menurutnya, pemilihan kantor DPRD sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa makna. Selain menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru, kegiatan ini juga menjadi simbol keterbukaan dan pesan bahwa peran sosial istri anggota dewan hadir secara nyata dan berkelanjutan.

“Ini agenda pembuka kami. Kami ingin masyarakat tahu bahwa istri anggota dewan juga memiliki aktivitas sosial. Kami kemas sederhana saja, yang penting bermakna,” katanya.

Ia menyebutkan,  anak yatim piatu yang menerima santunan berasal dari berbagai dapil di Kabupaten Cirebon. Penyalurannya disesuaikan dengan wilayah masing-masing sebagai upaya pemerataan sekaligus menjaga kedekatan emosional dengan lingkungan sekitar.

Nani mengemukakan,  ke depan IKIAD berencana kembali melaksanakan santunan secara bergilir di tiap dapil setiap empat bulan sekali, seperti yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Selain santunan anak yatim, IKIAD juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial lainnya, terutama saat terjadi bencana alam seperti banjir.

“Untuk saat ini kami fokus pada santunan anak yatim terlebih dahulu. Insya Allah ke depan kegiatan sosial lain tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Di tengah hiruk pikuk dunia politik, kegiatan sederhana ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tak selalu hadir dalam kemasan besar. Terkadang, ia tumbuh dari niat tulus, konsistensi, dan keberanian untuk terus berbagi, meski dengan langkah kecil.(Is)

 

Related Articles

Back to top button