Sempat Dihentikan Dua Hari Kini Pasokan Air dari Bendung Jatigede ke Bendung Rentang Jatitujuh Kembali Dibuka
kacenews.id-MAJALENGKA-Pasokan air dari Bendung Jatigede ke Bendung Rentang Jatitujuh kembali dibuka sebesar 50 meter kubik per detik setelah sempat dihentikan selama dua hari akibat banjir di wilayah hilir Bendung Rentang. Penghentian pasokan dilakukan pada Sabtu dan Minggu (24–25/1/2026) sebagai langkah pengendalian banjir.
Pengelola Bendung Rentang, Dadi Supiadi, menjelaskan curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Jumat hingga Minggu menyebabkan banjir di sejumlah wilayah hilir Bendung Rentang. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya debit Sungai Cimanuk serta kiriman air dari sejumlah anak sungai, yang mengakibatkan kerusakan pada tanggul dan klep pintu air.
“Dua hari kemarin Sabtu dan Minggu sempat 0 m3, Bendung Rentang tidak dipasok air dari Jatigede, sekarang mulai dikirim kembali berdasarkan rlease 50 m3 per detik. Ini tidak sekaligus, melainkan bertahap karena posisi tinggi muka air masih lumayan tinggi,” ungkap Dadi.
Ia menyebutkan, penghentian sementara pasokan air dari Bendung Jatigede dilakukan untuk mencegah banjir yang lebih luas di wilayah Indramayu, Cirebon, serta daerah di Kabupaten Majalengka yang dilintasi Saluran Induk Sindupraja dan Saluran Induk Cipelang, seperti Pangkalanpari, Sumber, dan sejumlah wilayah di Kecamatan Ligung.
Berdasarkan data pada Senin pukul 11.00 WIB, elevasi Bendung Rentang tercatat berada di angka 22,65 meter di atas permukaan laut (MDPL) dengan tinggi muka air 5,65 meter. Debit air disalurkan ke Saluran Induk Sindupraja sebesar 35,233 meter kubik per detik, ke Saluran Induk Cipelang sebesar 20,312 meter kubik per detik, serta dikembalikan ke Sungai Cimanuk sebesar 30,224 meter kubik per detik. Total debit air mencapai 85,769 meter kubik per detik.
Dadi menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan debit dan tinggi muka air di Bendung Rentang, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi memicu kenaikan muka air yang harus dikendalikan demi keselamatan wilayah yang dilintasi aliran air.
Sementara itu, banjir yang sempat merendam areal persawahan di wilayah Jatitujuh akibat luapan Sungai Cibuaya kini berangsur surut. Sejumlah lahan pertanian yang terdampak mulai dapat diselamatkan.
“Alhamdulillah airnya berangsur surut, tanaman padi bisa selamat,” ungkap Yahya, salah seorang petani di Desa Putridalem.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyampaikan, hingga Minggu pagi, total areal sawah yang terendam banjir mencapai sekitar 651 hektare dengan ketinggian genangan hingga 50 sentimeter.
“Kemarin total areal sawah yang terendam hingga Minggu pagi mencapai seluas 651 hektare dengan ketinggian genangan mencapai 50 cm. Usia tanaman antara dua minggu hingga 6 mingguan. Alhamdulillah sekarang kondisinya aman,” ungkap Gatot.(Tat)



