Hujan Tanpa Henti, 35 Desa Kelurahan di 13 kecamatan Kabupaten Majalengka Terendam Banjir
kacenews.id-MAJALENGKA-Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka selama tiga hari sejak Kamis hingga Minggu (22-25/1) dini hari mengakibatkan bencana alam, longsor dan banjir di 39 titik yang tersebar di 35 desa dan keluarahan di 13 kecamatan.
Kepala BPBD Kabupaten Majalengka Agus tamim menyebut, akibat cuaca esktrem tersebut ada sebanyak 18 unit rumah terdampak longsor, 300 unit rumah terendam banjir dengan ketinggian antara 30 cm hingga 50 cm di Desa Wanasalam, Kecamatan Ligung dan sejumlah wilayah lainnya. Selain itu, ratusan hektare sawah terendam.
Sejumlah pohon tumbang menghalangi badan jalan dan klep pintu air Sungai Cimanuk rusak hingga mengakibatkan jebolnya tanggul dan mengakibatkan bajir di Blok Kaputren, Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh.
“Ratusan warga Desa Wanasalam terpaksa mengungsi karena rendaman air cukup tinggi mencapai 30 hingga 50 cm. Mereka mengungsi di masjid setempat yang posisinya lebih tinggi dibanding pemukiman mereka,” ungkap Agus.
Menurut Agus, bencana alam ini mulai terjadi pada Kamis sore hingga Minggu dini hari karena curah hujan yang sangat tinggi nyaris tanpa henti..
“Untuk bencana longsor dan pergerakan tanah ada 31 kejadian selama tiga hari terakhir, semuanya terjadi di wilayah selatan Majalengka, berdampak pada sejumlah rumah rusak. Sedangkan banjir, semuanya terjadi di wilayah utara Majalengka dan wilayah Cikijing serta Cingambul sejumlah areal sawah teredam,” ungkap Agus yang terus memonitor bencana di sejumlah wilayah.
Disampaikan Agus, hingga Minggu sore, pihaknya masih terus melakukan pendataan kejadian bencana alam baik banjir, pohon tumbang, longsor yang menimpa ruas jalan yang hingga Minggu (15/1/2026) yang belum bisa diaskes akibat masih terjadi pergerakan.
Rurah (Kepala Blok) Kaputren, Yahya mengatakan banjiir yang melanda wilayahnya akibat klep pintu air Sungai Cimanuk rusak sehingga banjir nyarsi merendam pemukiman di wilayahnya. Beruntung pihaknya bersama puluhan warga segera mengatasinya dengan memasang ratusan karung berisi pasir .
“Kami kerja bakti mulai pagi hingga sore agar air tidak masuk ke pemukiman, bersyukur banjir bisa diatasi. Dua hari kami terus bekerja,” ungkapnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman mengatakan, total areal sawah yang terendam hingga Minggu pagi mencapai seluas 651 hektare dengan ketinggian genangan mencapai 50 cm.
Usia tanaman ada yang baru tandur (tanam) seperti yang terjadi di Cingambul, ada juga yang sudah berusia 1 bulan. Genangan hampir rerata dua hari. Banjir yang menggenangi sawah di wilayah Kertajati, Jatitujuh dna Ligung juga dari luapan air sungai. Namun, kondisi tanaman sudah ada yang usia satu bulan. Rerata sudah pemupukan pertama.
“Areal sawah yang terendam masih terus dipantau hanya kami memprediksi kondisi tanaman padi masih aman. Genangan dua hari diperkirakan tidak akan samai terjadi pembusukan,” ungkap Gatot.
Rendaman air terjadi akibat luapan air sungai yang tidak mampu menampung air karena terjadi pendangkalan serta terjadi penyempitan sungai.
Sungai Cimanuk jebol
Banjir yang melanda Desa Wanasalam menurut keterangan Camat Ligung Abdul Goni, diakibatkan oleh kebolnya muara Sungai Cimanuk menyusul meningkatnya debit air .
“Di Desa Wanasalam banjir merendam sekitar 200 rumah warga dengan ketinggian air kurang lebih 50 sentimeter. Sebanyak 150 kepala keluarga saat ini mengungsi di masjid desa,” ujar Abdul Goni.
Sementara itu, warga setempat Sutarman menuturkan, air mulai meluap Sabtu sekitar pukul 06.00 WIB dan dengan cepat masuk ke rumah warga.
Bupati Majalengka Eman Suherman mengintruksikan semua kepala dinas, kepala badan dan camat di Kabupaten Majalengka untuk siaga di wilayahnya masing – masing serta segera melaporkan setiap kejadian bencana dan segera melakukan tindakan.
“Selama tiga hari terjadi hujan dengan frekuensi cukup lama dan mengakibatkan terjadi bencana di mana – mana, untuk itu saya minta semua kepala OPD, camat segera menginventarisir jumlah kejadian bencana dan taksiran kerugian, mudah – mudahan kejadian bencana yang terjadi di Majalengka tidak menimbulkan korban jiwa,” ungkap Eman.
Dia telah mengintruksikan semua camat dan kepala OPD untuk tidak meninggalkan wilayah masing – masing dan terus memantau perkembangan wilayah masing – masing. Jika terjadi bencana, lakukan tindakan penanganan, sesuai SOP koordanasi terus dengan BPBD dan tim yang ada.(Tat)





