Ayumajakuning

Cuaca Ekstrem Menerjang Babakanmulya Kuningan, Pohon Tumbang Rumah dan Madrasah Rusak Parah

kacenews.id-KUNINGAN-Bencana angin kencang baru saja menerjang 17 titik di wilayah Kabupaten Kuningan, mulai dari kawasan Kecamatan Jalaksana, Kecamatan Kramatmulya hingga pusat kota di Kelurahan Ciporang Kecamatan Kuningan. Insiden tersebut menyebabkan belasan pohon tumbang yang
menutup akses jalan provinsi dan merusak fasilitas warga di beberapa pemukiman.
Suara gemuruh angin yang datang tiba-tiba sempat membuat panik warga yang sedang
beraktivitas di luar rumah. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan
Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Damkar Satpol PP) terus berpacu dengan
waktu menyingkirkan material kayu yang melintang di jalur-jalur utama. Situasi di lapangan
menunjukkan betapa kuatnya hempasan angin yang melanda sejak Sabtu siang, 24 Januari
2026. Banyak warga melaporkan dahan pohon besar patah dan menimpa jaringan kabel listrik
di pinggir jalan, bangunan rumah dan gedung sekolah dan fasilitas umum. Sehingga
penanganannya dilakukan dua hari hingga Minggu, 25 Januari 2026.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, berdasarkan
laporan masuk, terdapat 17 pengaduan masyarakat yang harus ditangani secara serentak.
Lokasi-lokasi tersebut tersebar luas, mulai dari wilayah utara hingga area perkotaan yang padat
aktivitas. Beberapa titik utama meliputi Desa Babakanmulya di Jalaksana, Desa Manis Kidul
Kecamatan Jalaksana serta kawasan Desa Cilowa Kecamatan Kramatmulya. Selain itu, petugas
juga menerima laporan dari wilayah Desa Kramatmulya Kecamatan Kramatmulya, Desa
Kalapagunung Kecamatan Kramatmulya hingga Desa Gunungkeling Kecamatan Cigugur. Sebaran
titik bencana yang sangat banyak tersebut menuntut pembagian personel yang sangat efisien di
lapangan. Di kawasan pusat kota, laporan pohon tumbang pun terjadi di titik-titik vital seperti
Jalan Moh. Hatta Kelurahan Kuningan dan Kelurahan Ciporang. Wilayah Kelurahan Cirendang,
Desa Kasturi dan Kelurahan Winduhaji juga tercatat mengalami kendala serupa akibat terjangan
angin. Jalur provinsi yang menghubungkan Bendungan dan Sindang bahkan sempat mengalami
hambatan akses bagi kendaraan besar. Petugas di lapangan harus menggunakan gergaji mesin
untuk memotong batang pohon yang berdiameter cukup besar. Proses evakuasi material

tersebut dilakukan secara bertahap agar tidak membahayakan warga yang melintas di sekitar
lokasi. Sinergi antara BPBD dan Damkar menjadi kunci utama kelancaran evakuasi. Tim Damkar
Kuningan difokuskan menangani 5 lokasi yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan
warga. Area tersebut mencakup Babakanmulya, Manis Kidul, Cilowa serta wilayah padat di
Kramatmulya. Berkat ketangkasan petugas Damkar, jalur-jalur menuju desa yang sempat
tertutup kini mulai terbuka kembali. Setiap personel bekerja dengan penuh dedikasi meski
ancaman angin kencang susulan masih mungkin terjadi. Gotong royong antara petugas dan
warga setempat turut mempercepat proses pembersihan ranting-ranting kecil di jalanan.
Sementara itu, tim BPBD Kuningan mengambil tanggung jawab di wilayah perkotaan dan area
publik lainnya. Mereka menangani evakuasi di wilayah Kasturi, Ciporang dan area sekitar
Makam Syech Muhibat di Winduhaji. Penanganan khusus juga dilakukan di Jalan Moh. Hatta
yang merupakan urat nadi transportasi di Kuningan. Selain membersihkan pohon tumbang,
BPBD pun melakukan asesmen terhadap kerusakan rumah tinggal milik warga. Beberapa rumah
di Dusun Manis dan Perumahan Puri Asri 2 dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Tim teknis di lapangan terus mendata kerugian material yang dialami oleh masyarakat
terdampak.
Sementara itu, potensi cuaca ekstrem diprediksi masih akan membayangi wilayah Kuningan
dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terutama
saat melihat tanda-tanda perubahan cuaca yang drastis. Hindari memarkirkan kendaraan di
bawah pohon besar atau papan reklame yang terlihat rapuh. Periksalah kondisi pohon di sekitar
rumah dan segera lakukan pemangkasan jika dirasa sudah membahayakan. Kesadaran mandiri
dari masyarakat sangat membantu dalam mengurangi dampak negatif dari bencana alam. Mari
bersama-sama saling menjaga dan memberikan informasi yang akurat jika melihat potensi
bahaya di jalan raya.(Ya)

Related Articles

Back to top button