Belasan Pohon Tumbang Tutup Jalur Provinsi
kacenews.id-KUNINGAN-Suasana mencekam menyelimuti Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. Hal itu diakibatkan fenomena alam cuaca ekstrem menerjang secara tiba-tiba. Warga setempat ketakutan mendalam ketika pepohonan setinggi belasan meter tumbang menimpa
pemukiman di tengah guyuran hujan.
Selain itu, kepanikan saat warga berupaya menyelamatkan diri dari potensi reruntuhan material
bangunan yang hancur. Berdasarkan data kronologis, bencana tersebut terjadi dalam dua
gelombang waktu yang berdekatan. Gelombang pertama berlangsung pada hari Kamis, 22
Januari 2026. Gelombang kedua terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
Lokasi terdampak terpusat pada dua titik koordinat utama, yakni 6.922146°S, 108.480248°E dan
6.924820°S, 108.472286°E. Dalam kejadian bencana tersebut tidak ada korban jiwa. Namun,
kerugian materiil tergolong signifikan karena menimpa aset pribadi warga dan fasilitas publik.
Salah satu dampak yang paling memprihatinkan dialami oleh Pulung, seorang lansia berusia 78
tahun di Dusun 15. Rumahnya mengalami kerusakan berat pada bagian atap kamar setelah
tertimpa pohon kelapa setinggi 15 meter. Sedangkan tempat tinggal tersebut merupakan
bangunan yang baru saja selesai dikerjakan pada Agustus 2025 lalu melalui program bantuan
desa untuk warga kurang mampu. Atap baja ringan dan asbes yang masih baru kini ambruk.
Kerusakan mencakup dua kamar dengan ukuran total 3×8 meter. Akibatnyahunian tersebut
tidak lagi layak ditempati sementara waktu. Selain rumah warga, pohon tumbang juga
menghantam fasilitas pendidikan Madrasah Baiturahman di Dusun 4. Sebuah pohon petai
dengan tinggi 15 meter dan diameter 50 sentimeter roboh menimpa bagian atap kelas.
Kerusakan pada ruang kelas berukuran 7×7 meter tersebut mengganggu aktivitas belajar
mengajar serta menimbulkan kerugian aset pendidikan yang cukup besar bagi lingkungan
setempat.
Sementara itu, Selain pohon kelapa dan petai, terdapat pula pohon kulur setinggi 12 meter,
pohon salam, melinjo dan nangka yang rata-rata memiliki diameter 50 sentimeter. Kekuatan
angin yang ekstrem membuat akar pepohonan bersangkutan tidak mampu lagi menopang
beban sehingga langsung roboh. "Mesti tidak ada korban jiwa tapi bencana tersebut
mengakibat kerugian materiil yang cukup lumayan besar. Petugas gabungan melakukan
pemotongan batang pohon yang menghimpit rumah dan pembersihan material reruntuhan
guna mengamankan area. Proses evakuasi dilakukan dengan peralatan lengkap," ujar Kepala
Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu
Permana, Sabtu (24/1/2026).
Dengan adanya kejadian tersebut, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten
Kuningan baik yang tinggal di perdesaan maupun wilayah perkotaan untuk lebih meningkatkan
kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi. Warga
disarankan untuk memangkas pohon yang sudah tua atau berisiko tinggi guna meminimalisir
potensi bahaya di kemudian hari.(Ya)





