Gerah Ada Bus Masuk Dalam Kota, Ratusan Sopir Angkot Majalengka Lakukan Aksi Mogok Massal
kacenews.id-MAJALENGKA-Ratusan sopir angkutan kota jurusan Majalengka–Kadipaten menggelar aksi mogok masal, mereka menggelar mogok masal dengan memarkir kendaraannya berderet di bagian kanan dan kiri jalan di depan Alun – alun Kota Majalengka, Jumat (22/01/2026 )
Sedikitnya 300 Supir angkot menggelar aksi mogok masal, aksi dilakukan sebagai bentuk prores dari para supir angkot yang menuntut angkutan bus antar kota dalam provinsi dan angkutan mikro jurusan Bandung-Cikijing agar tidak melintas di jalan pusat kota Majalengka .
Alasannya, dengan adanya armada bus dan mikro yang memasuki jalan pusat kota , membuat para supir angkutan kota tidak kebagian penumpang sehingga bersampak pada penghasilan yang berkurang drastis bahkan kerap todak mendapatkan tumpangan.
Tumpangan hanya ramai di padi hari oleh anak sekolah yang tidak diantarkan oleh orang tuanya ke sekolah. Karena saat ini banyak anak sekolah yang diantar jemput orang tuanya atau mereka naik ojek online. Tidak sedikit pula anak sekolah yang membawa sepeda motor ke sekolah terutama anak SMA dan SMK.
“Yang masih naik angkot hanya anak SMP,” ungkap Maman salah seorang pengemudi.
Koordinator aksi Agus menjelaskan, keberadaan bus dan mikro membuat angkot sering naas tidak mendapatkan penumpang, ini disebabkan baik bus maupun mikro sering ambil penumpang jarak dekat, bahkan selain adanya bus dan mikro yang masuk dalam kota juga di perparah dengan angkutan daring yang sekarang ini marak di Majalengka.
Di sisi lain pendapatan pun merosot yang biasanya sopir angkot dalam sehari bisa medapatkan penghasilan hingga Rp 100.000 kini dibawah angka tersebut sekitar 50.000 hingga Rp 70.000 saja, bahkan terkadang kurang.
“Nilai sebesar itu kadang habis untuk setoran sama bensin, apalagi sekarang sih paling mentog sehari dapat lima puluh rupiah hingga tujuh puluh ribu rupiah saja, pendapatan sebesar tidaka bisa stor ke manjikan apalagi buat anak istri, hanya bisa buat bensin dan makan saja .” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Komisi III dari fraksi PKS DPRD, Iing, usai menerima aspirasi dari paguyuban supir angkot menyebutkan, dengan adanya beberapa tuntutan dari para supir angkot diharapkan, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Perhubungan bisa segera melakukan perubahan jalur angkutan elf dan bus.
“Bus dan elf bisa dipindah agar jalurnya tidak melalui pusat kota, melainkan dialihkan dari arah Kadipaten belok dari Panglayungan melalui jalur jalan Lingkar Utara lintas Baribis dan masuk ke ruas jalan Tonjong – Jatiwangi ke Cigasong masuk ke Terminal Cigasong demikian sebaliknya dari Bunderan Cigasong bus dan elf langsung ke terminal melaju ke arah Baribis dan masuk jalan Lingkar Utara keluar dari Bunderan Panglayungan. Langkah kedua, Dishub segera berkirim surat kepada pengsaha bus dan elf agar tidak lagi menaikan penumpang di jalur dalam kota,” ungkap Iing.(Tat)





