Pasokan Air Pertanian Sidamulya Stabil Dibangun melalui Dana Alokasi Khusus Tahun 2025
kacenews.id-KUNINGAN-Pembangunan irigasi tersier sepanjang 350 meter di Desa Sidamulya, Kecamatan Jalaksana, mulai memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian. Infrastruktur pengairan yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025 itu kini memastikan pasokan air lebih stabil ke lahan pertanian warga pada awal 2026.
Irigasi tersier tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Desa Sidamulya dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung. Jaringan pengairan itu dirancang untuk mendistribusikan air secara merata ke kawasan pertanian Dawuan Girang yang sebelumnya kerap terdampak ketidakpastian cuaca.
Kepala Desa Sidamulya, Omon, mengatakan keberadaan irigasi tersier menjadi solusi atas persoalan teknis penyaluran air yang selama ini menghambat produktivitas petani.
“Dengan infrastruktur yang modern dan terencana, kendala teknis dalam penyaluran air yang selama ini menjadi penghambat utama bagi produktivitas petani kini telah teratasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketersediaan air yang lebih terjamin memungkinkan petani mengelola lahan secara lebih optimal dan berkelanjutan. Aliran air yang teratur membantu petani menata pola tanam dengan lebih baik serta meningkatkan intensitas tanam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pasokan air yang memadai juga memberikan fleksibilitas waktu tanam sesuai kebutuhan komoditas. Kondisi tersebut dinilai mampu menekan risiko kekeringan sekaligus meminimalkan potensi gagal panen yang selama ini menjadi kerugian utama petani.
“Desa Sidamulya telah lama menyandang status sebagai salah satu daerah penghasil sayuran segar paling potensial di Kabupaten Kuningan. Keberadaan irigasi tersier yang baru ini memperkuat posisi tersebut dengan menjamin keberlanjutan produksi komoditas hortikultura yang membutuhkan suplai air konsisten,” katanya.
Selain mendukung produksi pertanian, keberadaan irigasi tersier juga berperan dalam menjaga ketersediaan pangan segar di tingkat lokal serta mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Sistem pengairan yang tertata turut membantu menciptakan keteraturan dalam pembagian air antarpengguna lahan.
“ Kami berharap agar irigasi tersier ini dapat terus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan infrastruktur yang memadai, sektor pertanian bisa terus berkembang menjadi motor penggerak ekonomi,” tuturnya.(Ya)



