Difokuskan pada Arsip Statis, Sebagian Besar Dokumen Arsip Pemkab Cirebon Sudah Digital
kacenews.id-CIREBON- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon mencatat pada 2025 sudah ada 96,82 persen arsip di wilayahnya sudah berbentuk digital. Bahkan dengan angka tersebut Kabupaten Cirebon masuk predikat sangat memuaskan.
Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon, Mohamad Ferry Afrudin, mengungkapkan, proses alih media arsip difokuskan pada arsip statis, yakni arsip bernilai guna permanen yang harus diselamatkan sebagai memori kolektif daerah.
“Sebagian besar arsip sudah dialihmediakan ke arsip digital. Yang dikecualikan hanya arsip basah dan beberapa produk hukum yang masih membutuhkan tanda tangan basah. Selain itu, semuanya sudah masuk ke sistem arsip digital,” kata Ferry, Rabu (21/1/2026).
Ia menyebutkan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon juga tengah menjalankan proses penerapan SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Sehingga seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa diwajibkan menggunakan aplikasi nasional tersebut.
“Desa-desa diwajibkan menggunakan SRIKANDI. Saat ini masih dalam tahap proses dan pendampingan,”katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan edaran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang meminta pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan kearsipan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“ANRI mendorong pemerintah daerah untuk mewujudkan tertib arsip, mempercepat transformasi digital, serta menjaga memori kolektif bangsa melalui pengelolaan arsip yang baik,” katanya.
Selain itu, lanjut Ferry, ANRI juga meminta pemerintah daerah menyusun program kegiatan kearsipan berdampak, yakni program yang memberikan manfaat nyata bagi tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, penerapan aplikasi SRIKANDI juga diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan dan desa.
Berkat capaian tersebut, Kabupaten Cirebon mencatatkan prestasi membanggakan. Untuk wilayah Ciayumajakuning, Kabupaten Cirebon berada di peringkat pertama, kemudian peringkat ke-4 se-Jawa Barat, dan peringkat ke-41 secara nasional dalam penilaian kearsipan.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, baik secara fisik maupun digital,”kata Ferry. (Junaedi)





