Finansial

Perkuat Peran Koperasi Dalam Perekonomian Masyarakat, Dekopinda Kabupaten Cirebon Bakal Intensifkan Pembinaan

 

 

kacenews.id-CIREBON- Tantangan besar menanti Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cirebon lima tahun ke depan. Hal itu menjadi perhatian utama Pandi setelah kembali dipercaya memimpin Dekopinda Kabupaten Cirebon periode 2025–2030 secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) 2025 yang digelar di salah satu hotel kawasan Kecamatan Kedawung, Selasa (20/1/2026).

Pandi menyebut, kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya bukanlah amanah ringan. Apalagi, jumlah koperasi di Kabupaten Cirebon terus mengalami peningkatan signifikan, terutama dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di hampir seluruh desa.

“Ini amanah besar. Jumlah koperasi terus bertambah dan itu berarti tantangan pembinaan juga semakin luas, khususnya bagi KDMP,” ujar Pandi.

Menurutnya, Dekopinda akan fokus memperkuat peran koperasi agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Dekopinda menargetkan pembinaan terhadap lebih dari seribu koperasi yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Kami ingin koperasi tidak hanya ada secara administratif, tetapi aktif, sehat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota. KDMP akan menjadi perhatian khusus karena menjadi tulang punggung ekonomi desa,” katanya.

Selain pembinaan, Pandi juga menegaskan komitmennya untuk menertibkan praktik bank emok yang masih marak di masyarakat. Menurutnya, keberadaan bank emok kerap merugikan warga dan bertentangan dengan semangat koperasi.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Koperasi harus hadir sebagai solusi pembiayaan yang adil dan aman bagi masyarakat,” katanya.

Dekopinda juga akan mendorong koperasi-koperasi yang belum melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) agar segera memenuhi kewajibannya. Pendampingan penyusunan laporan keuangan akan dilakukan sebagai langkah awal menuju tata kelola koperasi yang sehat dan transparan.

Tak kalah penting, Pandi menyiapkan langkah digitalisasi koperasi. Ia menilai transformasi digital menjadi keharusan agar koperasi mampu bersaing dan mengikuti perkembangan zaman.

“Ke depan, koperasi harus adaptif. Digitalisasi KDMP menjadi salah satu fokus agar pelayanan dan manajemen koperasi semakin modern,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Dekopinwil Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, mengapresiasi pelaksanaan Musda Dekopinda Kabupaten Cirebon. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi nyata bagi kemajuan koperasi.

“Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 800 koperasi reguler dan 424 KDMP. Semua harus menjadi koperasi yang maju dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.(Is)

Related Articles

Back to top button