Pemkab Majalengka Siapkan Anggaran BTT Sebesar Rp 10 Miliar
kacenews.id-MAJALENGKA-Kabupaten Majalengka menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 10 miliar di tahun 2026, nilai tersebut sama dengan tahun 2025 lalu yang anggarannya diperuntukan bagi penanganan bencana alam, inflasi, penanganan sosial serta program strategis yang diarahkan oleh Pemrerintah Pusat
Sekda Majalengka yang juga Ketua TAPD Kabupaten Majalengka Aeron Randi menyebutkan, anggaran BTT sebesar Rp 10 miliar tersebut penggunaanya tidak hanya untuk penanganan bencana alam melainkan juga untuk penanganan sosial, juga kegiatan lain yang sesuai aturan dan diperbolehkan Pemerintah Pusat.
“Tahun kemarin anggaran BTT tidak banyak dipergunakan kebetulan bencana alam yang terjadi juga kecil, sehingga BTT tidak terganggu dan anggarannya menjadi silpa, dana tersebut juga kini belum diperthgunakan menunggu hasil auidit dari BPK, apakah dana tersebut bisa masuk ke silpa bebas atau terikat,” ungkap Sekda Aeron Randi.
Ia berharap tahun inipun tidak ada bencana alam yang signifikan sehingga masyarakat bisa aman dari bencana .
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim menyebutkan perlunya kewaspadaan Masyarakat Majalengka karena berdasarkan prakiraan BMKG di bulan Februari terjadi hujan dengan intensitas tinggi melebihi curah hujan yang terjadi di wilayah kabupaten/kota laian di Jawa Barat.
“Prakiraan BMKG selama ini benar terjadi, makanya menghadapi bencana hirometeorologi warga Majalengka diminta kewaspadaanya kemungkinan terjadinya banjir dan bencana longsor,” ungkap Agus
Menghadapi bencana hirometeorologi BPBD Kabupaten Majalengka selain mensiagakan petugas yang dibagi menjadi tiga sip juga melakukan sosialisasi melalui sambungan telpon (0233) 283044, IG bpbdmajalengka_, FB dan twitter, serta menyarakan segera mengirim informasi manakala ada kejadian baik melalui email ataupun sentra ayanan telpon.
Saat ini menurut Agus, pihaknya juga mensiagakan personil selama 24 dengan jumlah 15 orang, jika ada kejadian yang tidak bisa ditangani oleh personal yang siaga penuh maka personal lain akan turun membantunya.
“Jumlah personil yang setiap hari disiagakan sebanyak 15 orang, itu siaga penuh 24 jam. Ketika ada kejadian mereka langsung turun, dan jika penanganan masih dibutihkan bantuan maka personal cadangan akan turun. Total personil yang ada di BPBD sendiri sebanyak 62 orang. Sebanyak 15 orang diantaranya ASN dan siswanya PPPK Paruh Waktu yang baru saja menerima SK kemarin,” ungkap Agus.
Demografi Kabupaten Majalengka yang rawan bencana wilayah selatan potensi bencana longsor meliputi Kecamatan Lemahsugih, Bantarujeg, Malausma, Cikijing, Cingambul, Banjaran, Maja, Argapura, Sindang.
Sedangkan potensi banjir berada di wilayah Ligung, Jatitujuh, Kertajati, Kadipaten.
“Untuk kejadian bencana terbesar di musim penghujan sekarang adalah banjir yang melanda Desa Kasturi kemarin akibat luapan Sungai Cilutung yang merendam tarusan rumah, sekolah dan tempat ibadah serta puluhan kolam ikan yang ikannya hanyut terbawa banjir. Mudah- mudahan ledepan tidak terjadi lagi musibah ya, doakan semuanya,” ungkap Agus.(Ta)





