Gelar Puncak Peringatan Dies Natalis Ke-65, UGJ Cirebon Berkomitmen Pertahankan Akreditasi Unggul dan Tingkatkan Kiprah Internasional
kacenews.id-CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon melaksanakan acara puncak peringatan Dies Natalis ke-65 dengan penuh khidmat dan meriah, di Auditorium Kampus I UGJ, Jumat (16/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Unggul, Berintegritas, Mengabdi, dan Berdampak” ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi perjalanan panjang UGJ sekaligus penegasan arah masa depan sebagai perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, H Mukarto Siswoyo, mengungkapkan 16 Januari merupakan tanggal bersejarah yang menandai 65 tahun pengabdian UGJ dalam dunia pendidikan.
“Di usia ke-65 ini, UGJ semakin matang dan mapan untuk memastikan diri menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa, khususnya dalam mencerdaskan anak-anak bangsa,” katanya.
Menurutnya, meskipun berakar di daerah, UGJ memiliki tekad besar untuk bersaing di level nasional hingga internasional. Berbagai langkah strategis terus dilakukan, mulai dari penguatan jejaring global hingga pembenahan tata kelola universitas dan yayasan yang saling bersinergi.
“Yayasan memberikan dukungan penuh terhadap kebutuhan universitas, baik dari sisi fasilitas maupun pengembangan lainnya. Ini bentuk keseriusan kami dalam membangun UGJ,” katanya.
Lebih jauh, Mukarto menekankan bahwa keunggulan akademik harus sejalan dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Universitas tidak boleh menjadi menara gading. UGJ harus hadir di tengah masyarakat, ikut memecahkan persoalan, meningkatkan kesejahteraan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial,”tuturnya.
Ia menyebutkan, untuk menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik, UGJ telah menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang. Salah satunya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dosen, dengan target seluruh dosen bergelar doktor pada 2035.
“Tidak boleh lagi ada dosen S2. Jika beasiswa eksternal tidak tersedia, yayasan siap memfasilitasi beasiswa internal,” ucapnya.
Di sisi sarana prasarana, lanjutnya, UGJ juga terus berbenah. Seluruh ruang kelas kini telah dilengkapi konsep smart class dengan penggunaan smart TV, menggantikan papan tulis konvensional.
“Ini bagian dari komitmen kami menyiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing,” katanya.
Selain itu, seluruh elemen kampus mulai dari yayasan, pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan, didorong untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat link and match antara kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kita harus adaptif terhadap perubahan. Perguruan tinggi lain bukan kompetitor, melainkan mitra dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Sementara itu, Rektor UGJ, H. Achmad Faqih, menyampaikan Dies Natalis ke-65 menjadi tonggak penting dalam penguatan program strategis universitas, terutama dalam mempertahankan akreditasi unggul dan meningkatkan kiprah internasional.
“Kami tidak ingin berhenti pada seremoni. Fokus kami adalah peningkatan program nyata, termasuk memperluas aktivitas internasional seperti magang mahasiswa di luar negeri,” ujarnya.
Saat ini, mahasiswa UGJ telah mengikuti program magang di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. UGJ juga aktif memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi Eropa, mengembangkan program visiting professor, kolaborasi riset internasional, serta penyelenggaraan seminar internasional.
“Langkah-langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar UGJ menuju World Class University. Kami optimistis, kinerja institusi akan terus meningkat dan kepercayaan masyarakat terhadap UGJ semakin kuat,” tuturnya.(Fa)





