Menteri Imipas Mengapresiasi Warga Binaan Lapas Cirebon yang Mampu Memproduksi Hasil Pertanian Jadi Kualitas Ekspor
kacenews.id-CIREBON-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cirebon menjadi pusat pelaksanaan Panen Raya Serentak hasil pembinaan warga binaan yang digelar di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto.
Panen raya ini dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata warga binaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agus meninjau Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Cirebon yang mengelola berbagai komoditas produktif, mulai dari padi varietas Inpari hingga budidaya ikan nila. Selain itu, Menteri juga melepas ekspor ketiga produk tali dan jaring sabut kelapa hasil karya warga binaan yang telah menembus pasar internasional, salah satunya ke Spanyol.
Menteri Agus menegaskan, program pembinaan tersebut merupakan implementasi Asta Cita Presiden dalam memperkuat kedaulatan pangan dari unit terkecil.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program ini bertujuan agar warga binaan memiliki keahlian dan kemandirian setelah bebas, sekaligus berkontribusi pada penyediaan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Agus.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang turut mendampingi kegiatan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Cirebon sebagai pusat panen raya nasional.
Ia menilai keberhasilan Lapas Kelas I Cirebon memproduksi hasil pertanian dan produk ekspor merupakan capaian yang patut dibanggakan.
“Kita menyaksikan langsung betapa produktifnya warga binaan, mulai dari padi, ikan, hingga produk yang sudah diekspor ke luar negeri,” katanya.
Effendi Edo menambahkan, Pemerintah Kota Cirebon terus memberikan dukungan terhadap program pembinaan warga binaan, termasuk penyediaan alat dan bahan baku.
Dukungan tersebut bertujuan agar keterampilan yang diperoleh relevan dengan kebutuhan pasar saat warga binaan kembali ke masyarakat.
Selain itu, produk kreatif hasil karya warga binaan, seperti kerajinan tangan, kaos, bordir dan sablon, telah difasilitasi pemasarannya melalui Mal UMKM Kota Cirebon. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan sekaligus dukungan terhadap kemandirian warga binaan.
Menutup kegiatan, Wali Kota memberikan motivasi kepada warga binaan agar tetap optimistis dan terus mengembangkan keterampilan selama menjalani masa pembinaan.(Fan)





