Ganggu Aktivitas Petani, Tumpukan Sampah di Desa Surakarta Dikubur
kacenews.id-CIREBON– Pemerintah Desa (Pemdes) Surakarta, Kecamatan Suranenggala, Kabupaten Cirebon, mengubur sampah yang menumpuk di tempat pengelolaan sampah (TPS) desa setempat.
Sampah yang didominasi hasil dari limbah rumah tangga ini di kubur lantaran sampah yang berada di TPS tersebut sudah tak tertampung. Sampah yang tidak tertampung berceceran dan berserakan di jalan sekitar TPS.
Akibatnya, banyak para petani yang kesulitan mengakses jalan tersebut untung bertani lantaran banyaknya sampah yang menumpuk dan berceceran di jalan.
Plt Kuwu Desa Surakarta, Mita Royani mengungkapkan, Pemdes Surakarta mengambil langkah cepat untuk membersihkan sampah tersebut dengan cara dikubur. Menurutnya sampah yang menumpuk tersebut diakibatkan keterbatasan armada pengangkut sampah. Selain itu, akibat dari keterbatasan armada sampah ini mengakibatkan antrean panjang di TPA Gunung Santri.
“Dari Pemerintah Desa Surakarta, kami ambil langkah cepat untuk mengatasi masalah sampah dengan cara dikubur. Kurang lebih ada sekitar 10 ton sampah yang kami kubur di sekitar TPS,” katanya.
Ia mengemukakan, dalam beberapa waktu ke belakang ini, tumpukan sampah sangat parah dan mengganggu aktivitas para petani. Sebab, para petani tidak bisa melewati jalan ini akibat banyaknya sampah yang ada di jalan. Hal ini menyebabkan petani kesulitan, apalagi saat ini dalam masa panen.
Menurutnya, langkah ini merupakan respon cepat Pemerintah Desa Surakarta dalam menyikapi keluhan masyarakat karena sampah tersebut sudah sangat mengganggu.
“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar optimal,” katanya.
Mita mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Terlebih Pemdes sudah menyiapkan TPS dan kontainer sampah untuk menampung seluruh sampah rumah tangga.
Sebelumnya, kata dia, Pemdes Surakarta juga berusaha untuk meminta bantuan kepada Dinas Lingkungan Hidup terkait masalah sampah ini, baik untuk pembuangan dan penanganannya.
“Sementara kita timbun di tanah atau dikubur. Selain dikubur, sebagian juga sudah diangkut ke TPA Gunung Santri. Informasinya memang kekurangan armada pengangkut sampah sehingga membuat antri pembuangan sampah di TPA Gunung Santri,” tuturnya.
Ia menyampaikan Pemdes Surakarta berkomitmen untuk mengoptimalisasi penanganan sampah agar selesai di tingkat desa. Selain itu, nantinya, akan dibuat juga peraturan desa terkait sampah dan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, serta memperketat pengelolaan sampah di Desa Surakarta.(Cimot)





