Pendidikan

Sambut Indonesia Emas 2045, UGJ Cirebon Gelar Konferensi Internasional

 

 

kacenews.id-CIREBON- Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menyelenggarakan The 3rd Cirebon Annual Multidisciplinary International Conference (CAMIC), di Gedung B Fakultas Kedokteran UGJ.

Konferensi internasional tahunan ketiga ini mengangkat tema “Inovasi Digital, Ketahanan Kesehatan, dan Kepemimpinan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan”.

Rektor UGJ, H. Achmad Faqih, menyampaikan agenda ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk menyiapkan generasi penerus dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penguasaan teknologi digital adalah kunci dalam persaingan global yang tanpa batas.

“Negara yang unggul adalah yang mampu menguasai teknologi, terutama digital. Ini menjadi landasan kebijakan dalam pengembangan SDM. Kita tidak ingin hanya menjadi konsumen produk luar negeri, tapi ke depan harus menjadi teknokrat yang menghasilkan inovasi untuk dipasarkan di tingkat dunia,” katanya.

Selain digitalisasi, sektor kesehatan juga menjadi perhatian serius. UGJ berkomitmen mencetak alumni yang mampu mengantisipasi kemunculan penyakit menular baru di tingkat global melalui penguasaan teknologi kesehatan.

Ia mengemukakan, Indonesia, termasuk UGJ, harus bisa mengantisipasi adanya penyakit menular tersebut melalui pengembangan teknologi, khususnya penggunaan riset dalam masalah penyakit ini.

“Oleh karena itu peran kita di bidang kesehatan harus bisa menghasilkan alumni yang bisa menguasai di bidang, khususnya teknologi kesehatan. Kami konsen bagaimana pun dengan predikat unggul, UGJ menjadi tanggungjawab kami untuk bisa mengembangkan dan menghasilkan alumni yang berkarakter,” tuturnya.

Konferensi ini didukung oleh mitra dari berbagai negara, seperti Universiti Utara Malaysia (UUM), Universiti Sains Malaysia (USM), I-Shou University (Taiwan), hingga Ho Chi Minh City University of Economics and Finance (UEF) Vietnam.

“Bentuk kerjasamanya meliputi riset akademik, pengabdian masyarakat, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen,”katanya.

Sementara itu, Kepala BPA dan Ketua Komite UGJ, Dedi M. Siddiq, menekankan bahwa UGJ memposisikan diri sebagai motor penggerak kolaborasi internasional bagi perguruan tinggi di wilayah sekitar.

“Kami menjembatani kampus-kampus di sekitar kita untuk berkolaborasi dengan kampus luar negeri. Ada Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Majalengka, Bakti Husada, dan lainnya yang kita ajak untuk membangun sinergi internasional dengan UGJ sebagai leading-nya,” tuturnya.

Konferensi ini menghadirkan jajaran narasumber dari lintas negara, di antaranya, H. Mukarto Siswoyo (Ketua YPSGJ), Telogo Wismo Agung Durmanto (Sekjen PB IDI), Nhan Cam Tri, (Vice President Ho Chi Minh City University, Vietnam), Achmad Fathoni Radli (President of ADRI), Jerico Pardosi (Queensland University of Technology, Australia) dan Matthew Kalubanga (Makerere University, Uganda).(Fa)

 

Related Articles

Back to top button