Diskusi Waroeng Rakyat, Pemuda Makin Terhimpit Kebijakan Daerah
kacenews.id-KUNINGAN-Sejumlah persoalan yang dihadapi pemuda di Kabupaten Kuningan mengemuka dalam diskusi publik Waroeng Rakyat bertajuk “Pemuda Kuningan di Tahun 2026 Bisa Apa?” yang digelar di salah satu kafe, baru-baru ini. Forum tersebut menyoroti keterbatasan akses ekonomi, lapangan kerja, serta keterlibatan pemuda dalam proses politik dan pembangunan daerah.
Diskusi menghadirkan politisi H.M. Ridho Suganda, tokoh pemuda Yusuf Dandi Asih, dan akademisi Iim Suryahim. Para narasumber memaparkan kondisi pemuda Kuningan yang saat ini masih menghadapi keterbatasan kesempatan kerja berkualitas serta ruang inovasi yang dinilai belum merata.
Dalam forum tersebut disampaikan persoalan yang dihadapi pemuda tidak hanya berkaitan dengan daya beli, tetapi juga keterbatasan akses terhadap sumber daya ekonomi dan peluang pengembangan diri. Kondisi tersebut berdampak pada banyaknya pemuda yang bekerja di sektor informal dengan tingkat pendapatan rendah dan tanpa kepastian jangka panjang.
Selain aspek ekonomi, diskusi juga menyinggung kebijakan daerah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada penguatan sumber daya manusia lokal. Situasi ini membuat sebagian pemuda memilih merantau ke luar daerah, sementara lainnya bertahan dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
Aspek politik turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Para narasumber menilai pada momentum politik tertentu, pemuda kerap dilibatkan sebatas sebagai pendukung kegiatan praktis, bukan sebagai bagian dari proses pertukaran gagasan dan perumusan kebijakan. Pola tersebut dinilai berpotensi mengurangi ruang partisipasi kritis generasi muda.
Diskusi juga mengulas konsentrasi kekuasaan di tingkat lokal yang disebut memengaruhi akses terhadap peluang dan sumber daya strategis. Dalam kondisi tersebut, partisipasi publik, termasuk pemuda, dinilai masih menghadapi berbagai hambatan struktural.
Melalui forum ini, para peserta diskusi menegaskan pentingnya membuka ruang yang lebih luas bagi pemuda untuk terlibat dalam pembangunan daerah secara aktif dan berkelanjutan. Isu kemiskinan, keterbatasan akses, serta partisipasi politik disebut sebagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama menjelang 2026.
Diskusi Waroeng Rakyat tersebut diharapkan menjadi ruang tukar pandangan bagi pemuda, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam merumuskan langkah-langkah ke depan guna meningkatkan peran generasi muda di Kabupaten Kuningan.(Ya/Rils)



