Kondisi Cuaca Tak Jadi Penghalang, Normalisasi Sungai Sukalila Akan Tetap Dilaksanakan
kacenews.id-CIREBON-Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk- Cisanggarung (BBWSCC) akan mulai melakukan normalisasi Sungai Sukalila. Rencananya, normalisasi akan dilakukan di minggu ketiga Januari 2026.
Kepala BBWSCC, Dwi Agus Kuncoro mengemukakan, normalisasi yang akan dimulai pada minggu ke tiga Januari akan tetap dilakukan, meski kondisi curah hujan tinggi.
Menurutnya, jika curah hujan di Kota Cirebon masih tinggi, normalisasi dilakukan dengan menggunakan alat berat tipe long arm excavator. Yakni jenis eskavator dengan lengan (boom dan arm) yang dimodifikasi menjadi lebih panjang dari standar. Hal ini sengaja dirancang untuk menjangkau area kerja yang sangat jauh atau dalam, seperti pengerukan sungai, pembangunan irigasi, pembersihan rawa, dan pekerjaan konstruksi di area sulit dijangkau, meskipun dengan bucket yang cenderung lebih kecil karena panjang lengan ekstra. Alat ini vital untuk pekerjaan infrastruktur yang membutuhkan jangkauan ekstrem.
Ia mengungkapkan, setelah dilakukan normalisasi, nantinya kawasan tersebut akan ditata menjadi river garden sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Kawasan tersebut juga nantinya akan ditanami beberapa jenis tanaman untuk dijadikan taman.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon terus melangkah dalam upaya menata wajah kota agar lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penataan kawasan bantaran Sungai Sukalila dan Kalibaru, yang selama ini dipenuhi bangunan pedagang kaki lima (PKL). Seluruh bangunan PKL di area tersebut dibongkar sebagai bagian dari penataan kawasan sekaligus mendukung program normalisasi Sungai Sukalila. Ke depan, kawasan tersebut juga akan dibangun pedestrian, pemagaran, dan taman sebagai ruang publik.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, memimpin apel pagi di Halaman Balai Kota Cirebon yang dilanjutkan dengan kegiatan penertiban PKL di bantaran Sungai Sukalila, Senin (15/12/2025). Penertiban berjalan tertib dan kondusif. Kondisi ini tidak terlepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah melalui sosialisasi dan imbauan secara bertahap.
Sejak jauh hari, Pemkot Cirebon telah menyampaikan peringatan pertama hingga ketiga kepada para pedagang. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana sebagian besar PKL telah membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas turun ke lapangan.
Wali kota menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang telah kooperatif dan mendukung program pemerintah. Ia berharap seluruh bangunan di kawasan Sukalila dan Kalibaru dapat diratakan sesuai rencana dan prosesnya berjalan lancar.
Lebih lanjut, wali kota menegaskan bahwa Pemkot Cirebon tidak menelantarkan para pedagang. Ia mengatakan bahwa sebagian PKL telah menempati lokasi baru yang disiapkan pemerintah, salah satunya di kawasan Pusat Grosir Cirebon (PGC).
“Memang di awal perpindahan mungkin masih sepi, tetapi kalau sudah ada peminatnya pasti akan ramai lagi. Saya berdoa semoga rezeki para pedagang di tempat baru semakin bertambah,” tuturnya.(Cimot)





