CirebonRaya

Sungai di Kelurahan Kalijaga Ditinjau Wakil Wali Kota Cirebon, Warga Keluhkan Dampak Banjir

 

 

kacenews.id-CIREBON-Wakil Wali (Wawali) Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati bersama pihak kelurahan meninjau kondisi sungai di wilayah RW 02 Pesantren, Kelurahan Kalijaga Kecamatan Harjamukti, Selasa (6/1/2026).

Usai hujan mengguyur wilayah Kota Cirebon beberapa hari belakangan, mengakibatkan kerusakan lingkungan khususnya di wilayah terdampak banjir di kelurahan tersebut. Salah satunya, senderan sungai yang mengalir di wilayah RW 02 tersebut jebol.

Ketua RW 02 Pesantren, Kurdika yang ikut dalam rombongan, turut menyampaikan keluhan terkait dampak banjir yang terjadi di wilayahnya belakangan ini.

“Harus ada pengerukan sungai pakai alat berat, senderan harus diperbaiki atau di bangun kembali. Kata ibu wakil, nanti disampaikan ke pak wali,” kata Kurdika.

Selain itu lanjutnya, dampak hujan lebat merusak salah satu rumah di RT 04 pada minggu lalu yang hingga saat ini belum diperbaiki.

“Saya mau menyampaikan hal itu, tapi ibu wakil sepertinya di tunggu di wilayah lain. Belum sempat bilang, semoga ada bantuan perbaikan,” katanya.

Sementara itu di hari yang sama, Wawali pun melakukan peninjauan kondisi dua unit rumah warga yang mengalami kerusakan parah di Kelurahan Pegambiran.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah kediaman Sukadi di RT 02, RW 08 yang mengalami musibah tembok ambruk. Berikutnya ke kediaman Adah, di RT 01, RW 08 yang kondisinya dinilai sudah tidak layak huni secara keseluruhan.

“Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan membersamai masyarakat untuk meninjau dua titik rumah di Kelurahan Pegambiran. Kami turun langsung untuk merespons aspirasi warga sekaligus melakukan survei guna memastikan kondisi keluarga yang terdampak. Kami bersyukur kondisi penghuninya dalam keadaan baik, meskipun ada bangunan yang temboknya runtuh total akibat intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, serta ada rumah yang memang kondisinya sudah sangat rapuh dan tidak layak huni mulai dari lantai hingga atap,” kata wakil wali kota .

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah cepat melalui koordinasi antar instansi. Ia juga menyebutkan bahwa usulan bantuan untuk perbaikan rumah tersebut sudah diproses melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cirebon, serta menjajaki peluang bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak agar pengerjaannya bisa segera dimulai pada tahun anggaran 2026.

“Untuk rumah yang ambruk, datanya sudah masuk ke Dinas Sosial, sementara untuk kategori rumah tidak layak huni (rutilahu) sudah masuk dalam pendataan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Kami terus mendorong agar usulan ini menjadi prioritas karena kondisinya memang sudah sangat mendesak. Insya Allah, semuanya akan direalisasikan pada 2026 sesuai dengan urutan prioritas dan kemampuan anggaran daerah yang ada,” katanya.

Dalam kunjungannya tersebut, Wawali juga menyoroti pentingnya langkah preventif dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana banjir di wilayah perkotaan.(Jak)

 

 

Related Articles

Back to top button