Akibat Pergerakan Tanah, Puluhan Rumah Warga Desa Nunuk Terancam Terseret Arus Air Sungai Cisuluheun
kacenews.id-Majalengka-Satu rumah milik pasangan Radi dan Elah di Blok Cirelek Desa Nunuk Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka rusak akibat pergerakan tanah serta beberapa rumah lainnya terancam alami kerusakan dan terseret arus air Sungai Cisuluheun.
Rumah milik Radi sudah mengalami retak–retak di bagian lantai dan dinding sementara lapang voly yang ada di pekarangan rumahnya tak bisa lagi dipergunakan akibat retakan tanah yang cukup lebar dan panjang.
Jika hujan terjadi alapalagi dengan curah yang tinggi keluarga Radi terpaksa mengungsi ke rumah kakanya Darsih karena khawatir rumahnya tiba – tiba ambruk akibat pergerakan tanah yang demikian parah.
Menurut keterangan sejumlah warga pergerakan tanah sudah terjadi sejak dua minggu terakhir diduga akibat bagian bawah pemukiman tergerus air Sungai Cisuluheun. Karena beberapa meter dari rumah dan lapang voly terdapat aliran Sungai Cisuluheun yang airnya dikenal sangat deras saat terjadi hujan dan air sungai meluap, aliran airnya juga membentur bagian tebing yang mengarah ke pemukiman.
“Dulunya jarak aliran sungai dengan pemukiman lumayan jauh, namun aliran sungai hampir setiap tahun bergeser dan kini menyasar pemikiman,” ungkap Cicih Sudiasih salah seorang warga Desa Nunuk.
Menurutnya aliran sungai kini sudah mengancam beberapa rumah warga diantaranya milik Eka, Jumawi Gana dan sejumlah rumah lainnya.
Gana menyebutkan, karena kondisi air yang dalam serta alirannya langsung membentur bagian bawah lapang voly, menyulitkan warga untuk melakukan upaya pencegahan dengan cara pemasangan bronjong sekalipun. Upaya yang mungkin dilakukana dalah mengalihkan aliran air agar tidak menghantam tebing yang mengarah ke pemukiman.
“Hese eta mah ku bronjong oge dan jero, terus luhur (Dengan pemasangan bronjongpun sudah dilakukan karena dalam dan teringnya lumayan tinggi).” ungkap Gana.
Menurutnya, tahun kemarin penggilingan padi telah hancur terseret air.
Alihkan aliran air
Sementara itu warga Cirelek bersama Bhabinkamtibmas dari Polsek Maja dan Babinsa dari Koramil Maja pada Jumat (2/1/2026) berupaya mengalihkan aliran air dengan cara mengangkat batu – batu dari dasar sungai dan menumpuknya dui pinggir sungai yang
Bhabinkamtibmas dari Polsek Maja Bripka Jojo menyebutkan apa yang dilakukannya bersama warga sebagai upaya pencegahan hantaman air semakin meluas dan antisipasi semakin banyaknya rumah warga yang rusak.
“Ini untuk menghambat aliran sungai agar air tidak menghantam dinding tebing yang mengarah ke pemukiman warga,” ungkapnya.(Tat)





