Ayumajakuning

Majalengka Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Jatitujuh Gagal Panen

kacenews.id-MAJALENGKA-Ratusan hektare sawah yang baru ditanami padi di sejumlah desa di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, terancam gagal panen setelah terendam banjir selama tiga hari terakhir.

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang membuat Sungai Cibuaya meluap. Kondisi sungai yang dangkal dan menyempit tidak mampu menampung debit air, sehingga menggenangi areal persawahan di Desa Panyingkiran, Sumber Kulon, Sumber Wetan, Biyawak dan Jatitujuh.

Ketinggian air di sawah petani mencapai 40 hingga 50 sentimeter dan menutupi tanaman padi yang rata-rata baru berusia sekitar satu minggu. Akibatnya, petani terancam gagal tanam dan harus melakukan tanam ulang karena bibit yang tersedia telah ikut terendam banjir.

“Genangan air berasal dari Sungai Cibuaya dan Wahangan, sebagian juga dari kawasan BIJB. Kondisi ini diperparah dengan berdirinya pabrik di tengah area persawahan,” ujar Opik, salah seorang petani.

Petani lainnya, Misbah, menyebut banjir di wilayah Biyawak dan Panyingkiran merupakan kejadian rutin setiap tahun. Menurutnya, solusi berupa normalisasi Sungai Cibuaya dan pembangunan saluran air di kawasan BIJB telah lama dibahas, namun hingga kini belum terealisasi.

“Saluran Induk Cipelang sudah dinormalisasi, tetapi Sungai Cibuaya yang menjadi penyebab banjir tahunan belum juga ditangani. Setiap musim tanam rendeng petani selalu merugi,” katanya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Jatitujuh, Wahyudin, membenarkan adanya ratusan hektare sawah yang terendam banjir. Saat ini, tercatat sekitar 193 hektare sawah terendam dan 225 hektare lainnya berstatus waspada.

Sawah terdampak tersebar di Desa Babadjurang, Panyingkiran, Biyawak, Jatitujuh, Jatitengah, Jatiraga, Pilangsari, Sumber Kulon, dan Sumber Wetan. Usia tanaman padi bervariasi, mulai dari tiga hari, satu minggu, hingga menjelang pemupukan pertama.

Wahyudin menjelaskan banjir tersebut merupakan banjir tahunan akibat luapan Sungai Cibuaya yang alirannya ke wilayah hilir di Kabupaten Indramayu semakin menyempit. “Jika hujan terus turun, sawah akan tetap terendam. Apalagi BMKG memprediksi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Hingga kini, nilai kerugian petani belum dapat dipastikan. Petani masih berharap genangan segera surut agar tanaman padi dapat diselamatkan. Namun, jika genangan berlangsung lama, tanaman dikhawatirkan membusuk dan petani terpaksa melakukan tanam ulang. “Kondisi sekarang masih mendung dan berpotensi hujan, tetapi kami tetap berharap tanaman bisa bertahan,” pungkas Wahyudin.(Tat)

Related Articles

Back to top button