CirebonRaya

Jelang Nataru, Kapolri Pimpin Apel Kebangsaan 10.000 Banser

kacenews.id-CIREBON-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pimpin Apel Kebangsaan 10.000 Barisan Ansor Serbaguna NU (Banser) untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Alun-alun Masjid Syarif Abdurrahman Komplek Makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/12/2025).

Disela-sela apel bertajuk “Harmoni Bangsaku Lestari Alamku”, dilaksanakan juga anugerah kemanusiaan Riyanto Award 2025, Doa untuk Bangsa, Haul Gus Dur dan Riyanto, penyematan rompi pengamanan Nataru, serta Ziarah Akbar Makam Sunan Gunung Jati.

Diketahui, almarhum anggota Banser, Riyanto wafat saat membawa keluar bom dari dalam Gereja di Mojokerto Jawa Timur yang akhirnya meledak di pelukannya. Ia rela mengorbankan dirinya agar bom tersebut tidak meledak di tengah keramaian jemaat Gereja Eben Haezer pada malam Natal, 24 Desember 2000.

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo mengatakan, apel ini merupakan momentum yang sangat penting, tidak hanya seremonial biasa.

“Namun ini menunjukkan komitmen untuk terus menjaga persatuan dan memperkokoh peran Banser dalam berbagai macam hal-hal strategis yang penting. Kali ini adalah element dalam melaksanakan operasi pelayanan kemanusiaan Nataru, serta senantiasa rekan-rekan terus menjaga keamanan dan keutuhan NKRI,” ujarnya.

Kapolri menjelaskan, saat ini sedang menghadapi dinamika global yang kompleks yang tentunya memunculkan berbagai ketegangan yang terjadi baik di dunia internasional maupun regional yang berdampak pada situasi dan dinamika yang ada di dalam negeri. Terlebih, perkembangan teknologi informasi, dan teknologi digital yang saat ini menyebar sangat luar biasa yang mengakibatkan berbagai macam terjadinya mis informasi.

Disisi lain, berbagai macam gangguan terkait dengan masalah krisis yang ada, tentunya akan berdampak pada masalah pangan dan energi yang juga berdampak pada stabilitas dan Kamtibmas yang terjadi di dalam negeri.

“Tentunya juga yang harus kita waspadai dan antisipasi bersama, untuk terus menjaga agar jangan sampai paham-paham yang bersifat ekstrimisme, radikalisme, intoleransi, serta memprovokasi paya-upaya untuk memecah belah dengan menggunakan isu agama, itu bisa memecah belah persatuan bangsa,” jelasnya.

Tentu menurut Kapolri, peran dari Banser saat ini sangat dibutuhkan. Selain itu, dalam rangka mendukung program Presiden yaitu Asta Cita. Tentu mengisi program terkait masalah SDM, pendidikan dan lain sebagainya.

“Banser bukan hanya organisasi kepemudaan, namun merupakan simbol nyata dari Islam Moderat yang inklusif, yang rahmatan lil alamin. Sejarah telah mencatat bagai mana peran Banser dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, menjaga lahirnya Pancasila dan UUD 1945, serta Bhineka Tunggal Ika, dan sampai saat ini terus berada di garda terdepan dalam menjaga NKRI,” katanya.

Kapolri pun mengapresiasi atas diterjunkannya 10 ribu Banser dalam rangka rangkaian kegiatan Nataru untuk turun ke lapangan.

“Terima kasih kepada rekan-rekan Banser se-Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, H Addin Jauharudin berterima kasih kepada seluruh sahabat-sahabat Ansor se-Jawa Barat dan se-Jawa Tengah.

“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya yang sudah hadir. Kegiatan ini sebenarnya rutin dilakukan, setiap tahun kita melakukan serangkaian agenda yang kemudian disatukan dalam satu momentum,” ungkapnya.(Jak)

Related Articles

Back to top button