Ekonomi & Bisnis

NPK Langka, Petani Majalengka Resah

kacenews.id-MAJALENGKA-Sejumlah petani di Kabupaten Majalengka mengeluhkan kelangkaan pupuk NPK di kios penyalur resmi saat masa pemupukan tengah berlangsung. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu jadwal pemupukan tanaman padi yang sebagian petani sudah memasuki tahap pemupukan pertama, bahkan kedua. Kelangkaan ini disebut telah terjadi sekitar sepekan terakhir.
Para petani mengaku cemas karena keterlambatan pemupukan berpotensi berdampak pada pertumbuhan tanaman padi, terutama perkembangan rumpun yang bisa menjadi tidak optimal.
“Kalau membeli pupuk kan harus ke kios penyalur yang sudah ditunjuk karena data ada di sana sesuai e RDKK,” ungkap salah seorang petani.
Kondisi serupa juga dibenarkan dua kios penyalur pupuk di Kecamatan Cigasong. Mereka menyebut stok pupuk NPK kosong, meski telah melakukan pemesanan ke pihak distributor. Sementara itu, desakan dari petani terus meningkat karena pupuk sangat dibutuhkan.
“Sudah dua kali menghubungi distributor tapi belum juga dikirim, petani sudah mendesak karena mereka butuh, kasian juga kalau ternyata lambat memupuk,” ungkap penyalir resmi di Cigasong.
Menanggapi keluhan tersebut, distributor pupuk wilayah setempat, Didin menjelaskan, kekosongan pupuk NPK di Kecamatan Cigasong hanya terjadi di beberapa kios. Menurutnya, sebagian kios lain masih memiliki stok karena pendistribusian dilakukan berdasarkan skala prioritas.
“Pupuk NPK ada tersedia hanya memang pasokan dari produsen nya tidak begitu banyak, sehingga pengitiman di bagi-bagi buat wilayah lain juga,” ungkap Didin, seraya memastikan kuota pupuk, baik urea maupun NPK, secara keseluruhan masih mencukupi.
Ia menambahkan, pihak distributor memprioritaskan pengiriman ke wilayah yang benar-benar sedang memasuki masa pemupukan mendesak.
“Kasian kalau yang lagi urgent nggak kebagian.Kita juga pantau memang ada kios yang tidak punya stok, jadi pengirimannya nunggu barang dari pabrik untuk dikirim berikutnya setelah wilayah yang benar-benar butuh segera,” katanya.
Didin juga menyebutkan, sebagian besar petani di Kecamatan Cigasong telah melakukan pemupukan pada November lalu, sehingga kebutuhan pupuk NPK saat ini tidak sebanyak bulan sebelumnya.
“Memang kita sudah rencanakan untuk pengiriman ke beberapa kios yang stoknya kosong. Tapi ya itu harus nunggu barangnya datang dulu dari pabrik,” ungkap Didin.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti jadwal pengiriman dari produsen, namun berharap pasokan pupuk NPK dapat kembali tersedia pada Senin (22/12/2025).
Saat ini, stok pupuk urea di gudang distributor untuk wilayah Kecamatan Cigasong masih tersedia sekitar 20 ton. Sementara itu, stok urea di kios penyalur tercatat sekitar 38 ton yang tersebar di lima kios. Untuk pupuk NPK, stok tersisa sekitar 12 ton.
“Tapi kebetulan saja d beberapa kios sudah kosong sekarang nunggu barang datang. Kalau untuk urea memang kita nggak kesulitan untuk kirim lagi juga karena kalau secara alokasi masih banyak ya,” pungkas Didin.(Tat)

Related Articles

Back to top button