Bupati Eman Gagas Pembangunan Kereta Gantung di Argapura Majalengka
Solusi Angkut Hasil Tani di Lereng Gunung Ciremai dan Bisa Layani Wisatawan
PEMKAB MAJALENGKA menggagas pembangunan kereta gantung pertanian di Kecamatan Argapura untuk mengatasi kendala distribusi hasil panen di medan curam dan jalan sempit. Bupati Eman Suherman menilai pola angkut tradisional memberatkan petani, sehingga kereta gantung menjadi alternatif yang lebih efisien dan hemat tenaga.
Sistem kereta gantung dinilai mampu memangkas waktu angkut dari puluhan menit menjadi hanya beberapa menit. Pelebaran jalan bukan solusi mudah karena keterbatasan ruang dan tingginya biaya, sehingga kereta gantung dianggap lebih realistis. Kereta gantung berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata, namun proyek ini masih terkendala keterbatasan APBD dan belum adanya investor.
kacenews.id-MAJALENGKA-Pemerintah Kabupaten Majalengka saat ini tengah menggagas pembangunan kereta gantung angkutan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Argapura.
Hal ini untuk mengatasi kendala distribusi panen akibat medan jalan yang sempit dan berkontur curam.
Gagasan tersebut disampaikan Bupati Majalengka H. Eman Suherman saat berdiskusi dengan manajemen Kabar Cirebon Grup di Pendopo Majalengka sambil menikmati makan siang. “Kalau kita lihat, hasil pertanian di Argapura itu luar biasa. Namun, pola pengangkutannya masih tradisional dan cukup berat bagi para petani. Karena itu, saya sedang menggagas pemanfaatan kereta gantung untuk membantu distribusi hasil panen,” ujar Eman.
Dari Manajamen Kabar Cirebon Grup yakni Direktur PT Berkah Pikiran Rakyat Moch. Ai Nurdin, Komisaris Utama Izaak Carel Manusama, Komisaris Agus Sopian,
Konsultan Hukum Agus Nugraha, dan Dewan Redaksi Rahman Kurnia.
Menurut Eman, konsep kereta gantung pertanian bukan barang baru. Sejumlah daerah pegunungan di Indonesia itu telah menerapkannya untuk mengangkut aneka sayuran, buah-buahan, hingga pupuk di lahan berkontur curam.
Menurutnya, sistem ini dinilai mampu menghemat waktu dan tenaga para petani, karena mengurangi ketergantungan pada kendaraan bak terbuka yang kerap kesulitan melintasi medan yang sangat ekstrem. “Jika kereta gantung terwujud, waktu angkut yang biasanya puluhan menit, bisa dipersingkat hanya beberapa menit. Beban kerja petani juga akan semakin berkurang,” jelasnya.
Bupati menambahkan, kereta gantung dibuat karena pelebaran jalan bukan solusi mudah di wilayah Argapura. Banyak rumah masyarakat yang berdiri dekat di badan jalan, sehingga jika ada upaya pelebaran jalan itu tidak mudah dan biaya yang dikeluarkan akan sangat besar.
Maka dari itu, kata Eman, kondisi ini menjadikan kereta gantung sebagai alternatif realistis guna mendukung sektor pertanian.
Tak hanya untuk kepentingan pertanian, Eman melihat peluang pengembangan kereta gantung sebagai sarana pendukung dan data tarik wisata. Nantinya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati panorama alam Argapura dari ketinggian. Karena kita ketahui Kecamatan Argapura dikenal dengan wisata alam yang menakjubkan.
“Kereta gantung ini, juga bisa disewakan untuk wisatawan. Dari situ, ada pemasukan yang bisa digunakan untuk perawatan dan pengembangan,” katanya.
Pemkab Majalengka berharap, inovasi ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, dan pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan para petani di wilayah Kecamatan Argapura dan wisata alamnya.
Terkendala Investor
Meski gagasan dinilai prospektif, Eman mengakui hingga kini belum ada investor atau pengusaha yang serius melirik proyek tersebut.
Sementara itu, jika melihat kemampuan APBD Majalengka masih terbatas, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. “Ya, kalau mengandalkan APBD, tentu sangat terbatas. Karena itu, kami terbuka untuk berkolaborasi, baik dengan investor maupun kelompok tani,” pungkasnya.(Jep)





